Suara.com - Tim Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil menggagalkan rencana bom bunuh diri yang di lakukan oleh terduga teroris bernama Adnan alias Gondrong. Terduga teroris yang masih berusia 20 tahun itu dibekuk Densus di kediamannya Jalan Raya Papan Mas RT 07 RW 04, Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Adnan tinggal di rumah dua lantai berukuran empat kali lima meter itu bersama seorang istri yang juga telah dibawa oleh Densus 88. Di rumah itu, Adnan sudah tinggal selama kurun waktu dua tahun. Mereka juga menjual ikan hias untuk menutupi aksinya merakit bom.
Indra (39) yang merupakan warga setempat kaget bukan kepalang jika tetangganya merupakan seorang jaringan terduga teroris.
Sejauh ini, Indra hanya mengetahui jika Adnan alias Gondrong hanya berprofesi sebagai penjual ikan.
"Nggak tahu ya kaget saya juga mas, nggak nyangka saja diam-diam ternyata mengerikan, masih muda lagi yah," kata Indra, Kamis (17/10/2019) kepada suara.com.
Selama tinggal di Papan Mas, terduga Adanan terkenal dengan pribadi yang cuek dan jarang bergaul dengan warga setempat.
"Padahal setiap hari itu dirumah ya, enggak kemana-mana. Paling kalau saya lewat itu malam atau dini hari dia ada di luar, jagain toko ikannya," ungkap dia.
Menurutnya, warga setempat sudah mencurigai aktivitas terduga Adnan lantaran toko ikannya mempunyai jadwal yang tak lazim.
"Ya orang jualan dari siang sampai tengah malam hampir pagi, itu kan enggak masuk akal saja," ujar dia.
Baca Juga: Teroris Bekasi Ditangkap Berusia 20 Tahun, Kelompok Abu Bakar Al Bhagdadi
Sebelumnya diketahui, Densus 88 Antiteror kembali kembali membekuk seorang terduga teroris di Jalan Raya Papan Mas RT 07/04 Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Adnan alias Gondrong, pemuda 20 tahun ini diduga terlibat dalam kelompok Amirul Mukminin Besar Abu Bakar Al Bhagdadi (ISIS).
Dalam penangkapan Adnan disinyalir terlibat dalam perakitan switching bom bersama dengan tiga rekannya, RF, SL dan YN. Saat ini sudah ada dua swithching bom berbentuk menyerupai ponsel yang sudah jadi.
Informasi yang dihimpun, terduga Adnan juga ikut terlibat dalam pembelian KNO3 dan Nitrogliserin sebagai bahan peledak. Ia bersama rekananya melakukan uji coba mesiu dengan memicu bom dari ponsel.
Adnan diketahui melakukan idad di bulan Juni 2019 di daerah Air Terjun Batu Putu, Lampung. Rencanannya, kelompok ini akan beraksi dengan melakukan bom bunuh diri dengan target tempat hiburan, atau acara besar di Lampung.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS