Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memimpin upacara hari peringatan sumpah pemuda di lapangan silang selatan Monas, Jakarta Pusat. Aniee lantas menyinggung salah satu poin dalam sumpah pemuda, yakni soal bahasa.
Menurut Anies, poin ketiga sumpah pemuda itu merupakan poin paling penting. Poin tersebut menuliskan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
"Kalimat paling penting adalah merumuskan bahasa persatuan, bahasa indonesia. Bukan satu bahasa ya. Karena kalau satu bahasa tidak ada bahasa lain," kata Anies.
Anies menganggap poin itu membuat bahasa daerah lainnya selain bahasa Indonesia menjadi bisa berkembang. Selain itu meskipum banyak bahasa lain, bahasa Indonesia bisa menyatukan bangsa.
"Dengan adanya satu bahasa persatuan, maka begitu banyak hal di Indonesia diselesaikan dengan jauh lebih mudah," jelas Anies.
Dampak dari menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, kata Anies, masih terasa sampai sekarang. Segala permasalahan bisa diselesaikan dengan adanya bahasa persatuan.
"Ketika ada perselisihan antara kelompok di satu daerah, walaupun berbeda suku, semua pihak diundang untuk berunding, di ruang permusyawaratan itu, tidak diperlukan penerjemah. Karena semua pihak menggunakan bahasa Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Daftar Tersangka Kasus Bea Cukai: Dari Pejabat Elite hingga Bos Korporasi
-
Respons Janji Prabowo, DPR Minta Hapus Klasterisasi Guru dan Jadikan Semua PNS!
-
Pleidoi Menohok Noel: Bela Buruh Diperas, Malah Dituduh Memeras
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera
-
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan