Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon buka suara terkait isu radikalisme, yang menjadi musuh besar Indonesia belakangan ini.
Fadli Zon memberi peringatan kepada pemerintah supaya tidak terlalu fokus menanggapi isu tersebut. Sebab baginya, masih ada hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian.
Pernyataan itu disampaikan ketika dirinya menjadi narasumber Indonesia Lawyers Club (ILC) Tv One bertema #ILCMenangisDanTertawa, yang disiarkan pada Selasa (30/10/2019) malam.
Eks Wakil Ketua DPR itu lantas mengaitkan isu radikalisme dengan formasi Kabinet Indonesia Maju, yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/10/2019).
Secara gamblang, ia menyambut baik susunan kabinet untuk periode 2019-2024, yang diisi oleh kalangan profesional, perwakilan partai koaliasi, dan tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Saya senang sekali kabinet ini ada satu kemajuan. Tadinya Kabinet Kerja, Indonesia Kerja, menjadi Kabinet Indonesia Maju," kata Fadli Zon.
Kendati begitu, ia menyarankan agar jajaran kabinet terpilih tak hanya menyoroti isu radikalisme karena justru bisa melemahkan reputasi.
"Tetapi saran saya, jangan kita terjebak isu radikalisme sebagai isu utama, karena itu akan membuat kabinet ini bisa menjadi Kabinet Indonesia Mundur," imbuhnya.
Alangkah lebih baik, kata dia, pemerintah mampu memprediksi gejala-gejala yang ke depannya menjadi tantangan besar Indonesia.
Baca Juga: Kebakaran Berkobar Dekat Stasiun Taman Kota, Jakarta Barat
"Dan saya kira kita harus mendiagnosa dengan baik apa yang sekarang jadi tantangan-tantangan Indonesia ke depan," tanda Fadli Zon.
Menurut Fadli, salah satu tantangan terbesar yang perlu dihadapi pemerintah adalah di sektor ekonomi.
"Tantangan-tantangan itu adalah terutama di bidang ekonomi. Persoalan ketenagakerjaan, lapangan kerja, ketimpangan, kemiskinan, pertumbuhan yang ala kadarnya," ungkapnya.
Fadli menambahkan, kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) di Tanah Air juga perlu ditingkatkan.
"Termasuk juga persoalan yang dihadapi soal stunting dan sebagainya. Jadi target terhadap sumber daya manusia saya kira sangat penting," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas