Suara.com - Belum lama ini, publik dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi pada sebuah pesawat milik maskapai penerbangan India. Pasalnya, diketahui salah satu jendela pesawat mengalami retak.
Bukan hanya itu saja, lebih mengerikannya lagi, kaca pesawat yang retak tadi hanya ditutupi dengan selotip.
Dilansir Suara.com dari laman Daily Mail, Jumat (8/11/19), peristiwa ini mendadak jadi pusat perhatian usai foto kaca retak tersebut diunggah oleh salah seorang penumpang.
Penumpang bernama Hariharan Sankaran tersebut merasa ngeri ketika menaiki pesawat SpiceJet degan rute penerbangan dari New Delhi ini.
Dirinya sempat protes kepada maskapai dan kondisi kaca pesawat retak serta diseloptip ini, lewat akun pribadinya.
"Penerbangan SpiceJt SG8152 (VT-SYG) Mumbai ke Delhi (5 November 2019) dengan jendela pecah diselptip. Bukankah itu masalah keaman utama? Adakah yang mendengar," tulis sang penumpang sambil menyertakan foto.
Tak lama berselang India Today melaporkan bahwa jendela pesawat hanya terkelupas bagian dalamnya saja.
Jadi dapat ditarik kesimpulan, panel bagian luar dari jendela pesawat ini tidak mengalami kerusakan.
Sementara itu, pesawat SpiceJet ini kabarnya sempat mendarat 28 menit lebih lambat dari waktu yang dijadwalkan.
Baca Juga: Jendela Pesawat Berbentuk Oval, Ternyata Ini Sebabnya
Hal ini juga disampaikan oleh pihak maskapai SpiceJet lewat akun Twitter mereka.
"Kami ingin memberikan infirmasi, bahwa celah yang berada di panel flexi bagian telah diperbaiki pada hari yang sama," sebut pihak maskapai.
"Tujuan panel bagian dalam ini adalah untuk melindungi jendela pesawat dari goresan. Panel bagian dalam sendiri tidak membawa beban tekanan struktural," imbuhnya.
Tetapi wajar sebenarnya, ketika seorang penumpang merasa merinding meihat kondisi kaca pesawat itu.
Terlebih, potensi jendela pesawat pecah saat penerbangan dapat berakibat fatal baik bagi penumpang sampai dengan para awak kabin.
Ketika jendela pecah, dengan cepat udara akan masuk sebagai upaya menyamakan tekanan di dalam kabin pesawat.
Berita Terkait
-
Danantara Pertimbangkan Garuda Indonesia Cicil Beli 50 Pesawat Boeing
-
Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16
-
Menhub Pastikan Diskon Tiket Pesawat Libur Lebaran 2026 Tak Kuras Kantong Maskapai
-
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
-
RI-AS Sepakati Perjanjian Tarif, Garuda Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?