Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PPP Syaifullah Tamliha menilai Prabowo tidak perlu memaparkan anggaran Kemhan dalam forum terbuka.
Hal itu menurutnya sebgaimana yang telah disepakati bahwa pembahasan terkait anggaran dilakukan secara tertutup.
"Sesuai dengan rapat kapoksi terkait hal anggaran nantinya tertutup," tutur Syaifullah.
Kemudian, instrupsi kembali disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PDIP Adian Napitupulu. Adian, menilai permintaan rekan separtainya yakni Effendi meminta Prabowo menjelaskan anggaran Kemhan secara terbuka tak perlu diperdebatkan.
“Yang diminta oleh Pak Effendi sederhana, apa yang sudah dipaparkan di sini, dipaparkan saja secara lisan. Bahwa pendalaman kita buat tertutup ini tidak persoalan. Ini kan lucu. Di sini kita paparkan terbuka, tapi enggak mau dibacakan, enggak mau disampaikan,” ujar Adian.
Perdebatan terus berlangsung, sampai pada akhirnya, Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid meminta agar Prabowo hanya menyampaikan anggaran yang sudah disahkan dalam APBN dalam rapat.
Saat diberi kesempatan untuk memaparkan anggaran Kemhan, Prabowo mengira bahwa terkait anggaran tersebut akan disampaikan secara tertutup. Menurut Prabowo hal itu sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Menhan terdahulu.
"Saya sebetulnya saya mengira bahwa seluruhnya ini tertutup. Sebagai mana menhan-menhan yang dulu. Jadi itu sikap saya kalau kita mau ulangi soal anggaran bisa. Maksudnya apa? Maksudnya kan kita udah tahu anggaran nya 131 sekian-sekian. Komponennya kita sudah tau tapi kalau memang dibutuhkan saya siap," ujarnya.
"Tapi kalau saya merasa saya ditekan untuk terbuka saya tidak akan lakukan. Saya bertanggung jawab kepada Presiden RI. Kami bersedia kepada saudara-saudara secara tertutup, saya bersedia, tapi maaf saya tidak akan mau bicara terlalu terbuka," kata dia.
Baca Juga: Berjas Biru, Menhan Prabowo Hadiri Raker Komisi I DPR
Berita Terkait
-
Prabowo Usul ke DPR Hidupkan Kembali Konsep Perang Rakyat Semesta
-
PDIP Tanya Anggaran Kemhan, Prabowo: Maaf, Saya Tidak Mau Terlalu Terbuka
-
Prabowo: Strategi Pertahanan Tak Boleh Didasarkan pada Doa
-
Tak Niat Agresi Negara Lain, Prabowo: MIliter Kita Konsepnya Bertahan
-
LIVE STREAMING: Menhan Prabowo Raker Perdana dengan Komisi I
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS