Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengungkapkan, terdapat tren baru dalam penyebaran ide radikalisme kanan yang menjadi asal muasal praktik teroristik di Indonesia.
Deputi Deradikalisasi BNPT Irfan Idris menuturkan, banyak teroris kekinian yang juga mengikutsertakan keluarga dalam menjalankan aksinya.
Irfan memisalkan, kasus penggerebekan rumah terduga teroris Husein alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, 13 Maret 2019.
Kala itu, istri dan anak terduga teroris Husein tewas dalam ledakan dalam rumah mereka, Jalan Cenderawasih, persisnya di depan Masjid Al Mukhlisin.
Belakangan diketahui, istri Husein justru lebih militan ketimbang sang suami dalam menjalankan aksi teror.
Tak hanya itu, dalam kasus rentetan bom bunuh diri di Kota Surabaya, Jawa Timur pada tahun ini juga para teroris melibatkan anak serta istri.
"Jadi tren barunya adalah, yang terpapar kuat ide terorisme adalah istri. Kemudian istri mengajak anak. Lantas, anak mengajak bapak,” kata Irfan di Kedai Sirih Merah, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).
Ia menuturkan, tren seperti itu tergolong baru karena kaum teroris dulu hanya bergerak seorang diri, yakni tak melibatkan keluarga.
Soal faktor yang menyebabkan banyak orang terpapar paham teroristik, Irfan mengatakan salah satu yang utama adalah karena perekonomian.
Baca Juga: BNPT Klaim Program Deradikalisasi Bikin Napi Teroris Bertobat
"Di Indonesia, yang menyebabkan orang menjadi teroris adalah faktor ekonomi dan dibalut tafsiran agama. Dengan jihad diarahkan kepada satu makna, tafsiran thaghut diarahkan satu makna, dan tafsiran kafir itu dipaksakan ke semua orang, bukan hanya polisi," kata dia.
Berita Terkait
-
Melawan Petugas Saat Ditangkap, Densus 88 Tembak Mati Dua Terduga Teroris
-
Sejak 2010, Doktrin Kelompok Radikalis Kanan Pelaku Teror adalah Polisi
-
Wapres Ma'ruf Bahas Rancangan Besar Berantas Terorisme bersama Para Menteri
-
Kumpulkan Menteri, Wapres Ma'ruf Bahas Rancangan Besar Berantas Terorisme
-
10 Teroris Ditangkap Selama 5 Hari Perburuan, Ini Datanya!
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!