Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengklaim, narapidana kasus terorisme yang keluar dari penjara rata-rata telah bertobat setelah mengikuti program deradikalisme.
Kasubdit Kontra Propaganda Direktorat Pencegahan Deputi 1 BNPT, Kolonel Pas Sujatmiko menyebut, teroris yang menjalani program deradikalisasi diberi wawasan kebangsaan dan agama.
"Mereka itu dilaksanakan program deradikalisasi mulai dari identifikasi, pemberian wawasan kebangsaan dan agama. Itu dilaksanakan di dalam Lapas dan di luar Lapas," kata Sujatmiko di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).
Selain di dalam Lembaga Pemasyarakatan, program deradikalisasi juga dilakukan di ruang yang lain. Misalnya, memberi pendidikan wirausaha pada para teroris.
"Kalau di luar Lapas sampai kepada kewirausahaan. Anaknya pelaku teroris kami harus pikirkan juga, itu kita treatment agar mereka bisa tinggal di masyarakat dan jangan sampai terkena radikalisme," sambungnya.
Sujatmiko mengklaim jika program deradikalisasi tersebut berhasil. Dari jumlah 632 mantan narapidana, tak satupun yang kembali memilih jalan sunyi sebagai teroris.
"Kami bisa melihat dari jumlah 632 mantan narapidana yang sudah keluar kemudian mendapat program deradikalisasi, mungkin bisa melihat siapa yang melaksanakan (terorisme) setelah mendapat program itu? Kita bicara data saja, itu cuma 0,0 persen. Sangat sedikit," tutup Sujatmiko.
Berita Terkait
-
Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan
-
BNPT: Radikalisme Tak Bisa Dilihat dari Jenggot dan Celana Cingkrang
-
BNPT Sebut Peserta CPNS Harus Tahu Nama Pahlawan Ketimbang Artis K-POP
-
Cegah Terorisme dan Radikalisme, BPIP dan BNPT Teken MoU
-
ISIS Punya Khalifah Baru, BNPT: Mereka Mati Satu, Tumbuh Banyak
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat