Suara.com - Untuk mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mungkin kembali terjadi, sejumlah pihak melakukan aksi bersama.
Karhutla senantiasa mengintai sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di daerah Riau dan sekitarnya. Bencana ini memicu kabut asap yang mengganggu kehidupan masyarakat sekitar dan bahkan sampai ke negara tetangga.
Sepanjang tahun ini, kebakaran juga melanda sebagian hutan dan lahan di daerah Riau. Karhutla di Riau terjadi sejak awal 2019, dengan tingkat kebakaran fluktuatif setiap bulannya.
Kejadian terparah terjadi sejak akhir Juni dan sempat mereda akhir Agustus 2019, kemudian melonjak lagi di awal September 2019.
Namun seiring langkah antisipasi yang dilakukan, ada sebagian daerah yang bebas dari kebakaran. Direktur PT PT Jatim Jaya Perkasa (JJP), Halim Gozali menyebutkan, sepanjang 2019, lahan di area perusahaannya bisa terbebas dari kebakaran.
Perusahaan bersama sejumlah pemangku, telah melakukan antisipasi sebagai mana yang diarahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan sesuai dengan regulasi yang ada saat ini.
Tak hanya di area perusahaannya saja, namun juga di lahan milik pihak lain yang berdampingan dengan areal perusahaan PT JJP.
"Tak bisa hanya menjaga lahan sendiri, karena kebakaran mudah menyebar. Api bisa meluas karena terbawa angin," katanya, di Jakarta, Jumat (8/11/2019).
Halim menjelaskan, ada tiga langkah besar untuk mengantisipasi ancaman karhutla. Pertama, monitoring titik panas (hot spot) yang dilakukan langsung dari lokasi kebun dan dilakukan juga monitoring jarak jauh dari kantor pusat di Jakarta.
Baca Juga: Pencegahan Karhutla Harus Jadi Prioritas Kerja KLHK
Kedua, ada peringatan dini (early warning) untuk pencegahan dini, yaitu adanya menara api, Papan informasi Larangan, team patroli api, sarana dan prasarana (sapras) pemadam kebakaran. Ketiga, pembuatan parit pembatas dengan air tersedia di dalamnya dan pembuatan embung (penampung air) di area kebun.
Salah satu kerja sama antisipasi dan pemadaman kebakaran yang dilakukan PT JJP dan pihak terkait adalah di wilayah Kubu, Rokan Hilir, Riau. Danramil 04/Kubu Kapten Inf Alfarisi mengapresiasi dukungan dari PT JJP untuk langkah antisipasi tersebut.
"PT JJP telah bekerja bersama dan memberikan pelayanan serta fasilitas dalam rangka pemadaman Kebakaran hutan," katanya.
Titik kebakaran yang menjadi prioritas PT JJP adalah lokasi kebakaran yang tidak jauh dari lahan HGU perusahaan, di mana PT JJP berdomisili. Untuk lahan, PT JJP sendiri, kata Danramil dan Kapolsek, tidak mengalami kebakaran.
Pada September 2019, Tim Satgas Karhutla bersama Polri, BPBD, PT JJP, dan kepala desa melakukan pemadaman dan pendinginan di 54 hektare lahan gambut masyarakat yang terbakar. Dari posko pemadaman kebakaran, personel tim gabungan harus berjalan kaki 2,5 kilometer. Total ada 62 personel pemadam kebakaran di lapangan.
Berita Terkait
-
Lawan Korporasi Pembakar Hutan, Guru Besar IPB Raih John Maddox Prize 2019
-
Selama 2019, Karhutla di Gunung Arjuno Gosongkan 3.000 Hektare Lahan
-
Komisi IV DPR Dorong Pemerintah Cari Terobosan Cegah Karhutla
-
Kebakaran Hutan di Gunung Guntur Diselidiki BBKSDA
-
BPBD Sebut Garut Dikelilingi Kebakaran Hutan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123