Suara.com - Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun di Shabad, India mengalami peristiwa tragis belum lama ini. Ia tercebur ke dalam panci panas hingga tewas.
Saat kejadian diketahui korban terlibat dalam perayakan pembukaan toko yang diadakan oleh keluarganya pada 18 November lalu.
Disadur dari laman CNN, Sabtu 23/11/2019, ia yang tengah asyik bermain tiba-tiba terjatuh ke panci panas yang berisi rebusan sambhar, sejenis sup sayuran makanan tradisi India Selatan.
Menurut keterangan G. Narsaiah, aparat kepolisian setempat, korban sebelumnya terlihat memindahkan tutup panci namun tiba-tiba terjatuh ke dalam panci. Korban pun dilarikan ke rumah sakit namun nahas nyawanya tak tertolong.
Ayah korban sempat melaporkan insiden mengenaskan yang dialami ke polisi, namun sejauh ini belum ada tersangka yang diamankan.
Sebelumnya, insiden maut serupa dialami oleh bocah TK bernama Behlapuram Reddy di sekolah.
Asisten Sub-Inspektur Kepolisian Panyam, RM Basha mengatakan Reddy bergegas dengan teman-teman sekelasnya mendatangi ruang makan pada jam makan siang.
"Ketika bocah ini berlari masuk, dia terjatuh ke dalam panci sambhar. Tidak ada pihak sekolah yang berada di lokasi, beberapa pekerja sempat menariknyakeluar dan membawanya ke rumah sakit," papar Basha.
Diketahui, tradisi makan siang di sekolah India biasanya dimasak menggunakan panci besar berdiameter 1,2 kaki.
Baca Juga: Kopilot Wings Air Gantung Diri, IPI Tuntut Benahi Aturan Kerja di Maskapai
Bocah tujuh tahun ini sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit, namun meninggal karena luka bakar yang dialami pekan lalu.
Kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan dari ayah Reddy. Dikabarkan dua orang tengah menjalani proses pemeriksaan dan ditahan di pengadilan atas insiden tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji
-
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP Suami Dwi Sasetyaningtyas
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina
-
PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri
-
Sopir Toyota Calya Ugal-Ugalan di Jakarta Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Urine
-
Warga Jakarta dengan Luas Rumah di Bawah 70 Meter Bisa Dapat Toren Gratis dari PAM JAYA
-
Betawi di Era Digital: Pemuda Diminta Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3