Suara.com - Vellanki Simhadri, lelaki di India, di tangkap aparat kepolisian setempat atas dugaan membunuh 10 orang di Andhra Pradesh, guna merampas harta mereka.
Seperti diberitakan CNN World, Vellanki ditangkap polisi pada Selasa (5/11), setelah mengakui membunuh10 orang dalam kurun waktu Februari 2018 hingga Oktober 2019.
Pelaku mengakui, membunuh kesepuluh korban dengan cara memberikan mereka makanan sesajen yang telah dibubuhi racun sianida.
Berdasarkan dokumentasi kepolisian Eluru, India, korban pertama Vellanki bernama Vallabhaneni Umamahewara (63), tewas pada 15 Februari 2018.
Pelaku membunuh Vallabhaneni untuk merampas uang tunai 4 juta Rupee atau setara Rp 789 juta dan cincin perak.
Setelahnya, pelaku membunuh korban-korban lain di beragam lokasi berbeda kawasan Andhra Pradesh.
Seorang guru bernama Kati Nagaraju (52) menjadi korban kesepuluh yang diketemukan tewas di Eluru, pada 17 Oktober.
Korban sempat pamit kepada sang istri untuk pergi ke bank, namun tidak pernah kembali. Pelaku melakukan pembunuhan dan perampasan harta agar dapat memenuhi gaya hidup mewah.
"Pelaku mengaku membunuh 10 orang dan melakukan pencurian uang tunai dan emas untuk memenuhi gaya hidup mewah," jelas polisi.
Baca Juga: Polisi Tangkap Buronan Kasus Percobaan Pembunuhan Pakai Racun Sianida
Vellanki Simhadri belum dituntut dan tidak ada tanggal persidangan yang pasti. Di India, pelaku pembunuhan berpotensi mendapatkan hukuman mati atau dipenjara seumur hidup.
Selain Vellanki, polisi juga menangkap Sheik Ameenullah Babu (60), karena diduga memasok racun sianida. [Fransiska Ditha]
Berita Terkait
-
Dianggap Jadi Beban, Kakek Kubur Cucu Perempuannya Hidup-hidup
-
Bertemu Jokowi, PM India Apresiasi Inisiatif Indonesia Bentuk Outlook ASEAN
-
Mulai Menggurita, Ini Bukti Industri Otomotif India Siap Duel Lawan Jepang
-
Detik-detik Penangkapan Pembunuh Bayaran Pasangan Selingkuh di Pulau Kei
-
Polisi Tangkap Buronan Kasus Percobaan Pembunuhan Pakai Racun Sianida
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat