Suara.com - Pengaruh media sosial kepada anak-anak benar-benar perlu menjadi perhatian ekstra. Khususnya bagi orang tua dan pihak sekolah. Bila tidak, insiden yang tak diinginkan bisa saja terjadi, kapan saja.
Hal inilah yang dialami dua kelompok siswa SD di Batam pada Sabtu (23/11/2019). Hanya karena masalah sepele yakni ribut saling ejek di media sosial Whatsapp, dua kelompok siswa SD di Sekupang, Batam terlibat aksi tawuran.
Sejumlah siswa sekolah dasar di Sekupang yang masih mengenakan baju seragam olah raga tersebut terlibat perkelahian. Beruntung, aksi tersebut cepat tercium oleh aparat kepolisian di Polsek Sekupang.
Para siswa SD yang terlibat tawuran langsung diamankan polisi di Mapolsek Sekupang. Bahkan para guru dan orang tua dari kedua sekolah juga turut dipanggil polisi.
"Kami tidak ingin terjadi lagi hal seperti ini. Kami panggil orangtua dan guru," kata Kapolsek Sekupang AKP Ulil sebagaimana dilansir Batamnews.co.id (jaringan Suara.com), Sabtu (23/11/2019).
Polisi meminta kedua pihak sekolah terkait agar mengawasi muridnya ke depannya, apalagi dalam bermedia sosial. Pasalnya, keributan itu terjadi karena saling ejek di Whatsapp.
"Awalnya dari media sosial. Salah seorang murid perempuan (SD 0X Sekupang) yang mengatakan siswa di (SD 0Y) banci. Hingga tulisan tersebut menyebar luas (di kalangan siswa)," sebutnya.
Akibat terpicu ejekan tersebut, murid SD 0Y Sekupang yang berlokasi di Sei Harapan mendatangi lokasi SD 0X yang berada di Patam Lestari. Mereka pun menantang perkelahian hingga berujung keributan.
Para murid ini disaksikan orang tua mereka diminta untuk membuat perjanjian agar hal serupa tidak terjadi.
Baca Juga: Ciduk Pelaku Tawuran Pelajar di Kalideres, Polisi Sita Samurai dan Celurit
"Kami lakukan pendataan serta ambil foto mereka. Lalu kami minta buat surat pernyataan untuk tidak kembali mengulangi lagi, sebelum kita kembalikan ke orang tua mereka masing-masing," ujar Ulil.
Berita Terkait
-
Ciduk Pelaku Tawuran Pelajar di Kalideres, Polisi Sita Samurai dan Celurit
-
Tawuran Maut Kampus Nomensen Berawal dari Futsal, Polisi Bekuk 3 Tersangka
-
Tawuran di Thamrin City, Polisi Tangkap 6 Orang
-
Tawuran Antar Siswa SMK Pecah di Cianjur, 1 Pelajar Tumbang Kena Tusuk
-
Menyibak Kampung Vietnam, Objek Wisata Sejarah yang Menarik di Batam
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat