Suara.com - Insiden meninggalnya seorang petugas pengatur lalu lintas nonformal alias Pak Ogah saat terjaring razia penertiban petugas pada Selasa (26/11/2019) menjadi pembicaraan dan memantik pertanyaaan dari warga di Sulawesi Selatan.
Terkait hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Sulsel, Fahlevi pun akhirnya menjawab perihal meninggalnya Pak Ogah yang terkena razia petugas.
Dia menyangkal soal tuduhan penganiayaan yang mengakibatkan Pak Ogah itu meninggal.
"Awalnya itu, petugas Dinas Perhubungan Pemprov Sulsel yang dipimpin oleh Kepala Seksi Lalin Eko, menggelar razia Pak Ogah di sekitaran Makassar Town Square, dan dia(pak ogah) terjaring di sana," kata Fahlevi saat dikonfirmasi Kabarmakassar--jaringan Suara.com, Kamis (28/11/2019).
Menurutnya, Pak Ogah yang diketahui bernama M Salim itu dibawa oleh pihak Dinas Perhubungan ke kantor untuk dilakukan pengarahan dan pendataan. Namun, menurutnya, Salim dibawa ke rumah sakit karena mendadak sakit.
Diketahui, Salim terciduk petugas Dishub saat sedang beraksi sebagai Pak Ogah di kawasan Tamalarea, Kota Makassar pada Selasa (26/11/2019) lalu.
"Berdasarkan informasi dari kepala seksi lalin, dia dibawa ke kantor untuk didata. Kemudian dikasi makan, lalu tiba-tiba dia merasa kurang sehat. Petugas kami langsung larikan ke RS Wahidin," katanya.
Sebelum dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo, pihak Dinas Perhubungan sempat menghubungi keluarga lelaki yang berusia 67 Tahun ini.
"Kalau pengakuannya kepala seksi, Waktu dia merasa kurang sehat kami sempat hubungi keluarga korban tapi dia tidak datang-datang makanya kami segera larikan ke RD," Tuturnya.
Baca Juga: Aksi Todong di Putaran Jalan Viral, Pak Ogah Dicokok Polisi
Fahlevi meluruskan bahwa dalam razia ini pihak Dinas Perhubungan sama sekali tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun, meninggalnya M Salim ini murni karena penyakit.
"Jadi dia meninggal karena sakit jantung, dan ini diperkuat dengan hasil visum yang dilakukan di RS Wahidin Sudirohusodo, jadi bukan kekerasan. Pihak kami tidak ada yang melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun," tegasnya.
Tindakan penertiban yang dilakukan Dishub ini dikarenakan menurut aturan yang ada petugas yang boleh berada di Jalan mengatur lalu lintas hanya petugas lalu lintas saja. Hal ini juga menurutnya sudah melalui koordinasi dengan pihak Kepolisian.
Selain itu, penindakan ini dilakukan berdasarkan aduan masyarakat yang mengeluhkan kehadiran Pak Ogah kerap kali menyebabkan kemacetan.
"Yang kedua, itu kita lakukan ini (penertiban) karena kan memang tidak boleh yang berada di jalan selain petugas, juga karena ada keluhan dari masyarakat katanya sering terjadi kemacetan," katanya.
Berita Terkait
-
Razia Ajak Polisi, Pemprov Siap Tindak Ojol Mangkal di Bahu Jalan Jakarta
-
Pasca Kecelakaan Maut, Dishub dan Polres Kota Tangerang Gelar Razia Truk
-
Jakarta Dikepung Polusi, Dishub Bakal Razia Kendaraan di Tol
-
Tak Harus Ada Perampokan, Dishub DKI Tetap Razia Angkutan Umum
-
Razia, Dishub DKI Kandangkan Metromini Tanpa Rem Tangan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet
-
Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari
-
Pagi Buta, Menhub Dudy Purwagandhi Sidak Kendaraan Berat
-
Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
-
BMKG Ingatkan Pemudik Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp610 Juta Hasil Pemerasan THR di Cilacap
-
Lagi! Rudal Kiamat Iran Bikin Israel Hancur Lebur di Kota Ramla
-
Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China