Suara.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menganggarkan Rp 3 miliar, untuk membangun toilet. Anggaran tersebut hanya untuk pembangunan tiga toilet umum di jalur akses wisata.
Sekretaris Bappeda Sulsel, Muh Saleh mengatakan Pembangunan toilet ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan fasilitas bagi wisatawan. Pembangunan ini rencanannya akan akan ditempatkan di tiga Kabupaten, yakni Bulukumba, Toraja, Enrekang.
"Toilet ini memang kita khususkan untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah wisata di tiga daerah tersebut, jadi konsepnya memang pit stop untuk wisatawan," kata Muh Saleh seperti diberitakan Kabarmakassar.com - jaringan Suara.com, Jumat (29/11).
Saleh mengatakan anggaran Rp 3 miliar untuk bangun toilet atas permintaan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, untuk dibangun dikawasan wisata.
Ia menjelaskan, toilet ini akan menunjang kebutuhan umum para wisatawan, khususnya turis asing yang datang ke Sulsel.
Anggaran yang digelontorkan ini sebanding dengan fasilitas yang akan melengkapi toilet ini nantinya. Adapun anggaran toilet ini sekitar tiga miliar lebih dan masing-masing kabupaten akan dijatah Rp 1 Milliar, untuk pembangunannya.
Ia menuturkan, toilet tersebut berstandart internasional dan berbeda dengan toilet-toilet umum lainnya.
Tiap toilet akan memiliki fasilitas Water Closed (WC) duduk, cermin dan dilengkapi wastafel, pengharum ruangan. Tak hanya itu toilet ini juga dilengkapi dengan shower, pengering rambut dan gantungan handuk.
Pembangunan toilet ini kata Saleh, akan masuk dalam program strategis pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga: KPK Dikabarkan OTT Bupati Muara Enim Sumatera Selatan
"Pembangunan toilet di tiga kabupaten ini masuk dalam program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan menyebutkan pembangunan toilet ini untuk menunjang temapat wisata di provinsi Sulawesi Selatan dan memberikan fasilitas yang baik bagi wisatawan.
"Ini sementara kita terus selesaikan, adanya toilet ini kan, kita juga butuh tempat wisata seperti di negara maju. Toiletnya bersih dan nyaman, dan paling penting tidak jorok," ungkap Nurdin Abdullah belum lama ini.
Untuk diketahui, pembangunan toilet mewah ini merupakan pengalihan dari rencana pembangunan rest area.
Dimana sebelumnya pemerintah provinsi Sulawesi Selatan berencana membangun rest area di Kabupaten Barru dan Kabupaten Jeneponto namun batal karena terkendala pada pembebasan lahan dan direncanakan toilet ini akan mulai dibangun pada tahun 2020 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Parfum Mykonos Monaco Royale Tahan Berapa Jam? Ini Ulasan dari Pengguna
-
Demi Tembus Oscar, Avatar Aang Dipersiapkan Tayang Terbatas di Bioskop
-
Bedak Apa yang Cocok untuk Kulit Sensitif? Ini 5 Rekomendasi Produknya
-
5 Tips Meletakkan Sepatu di Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tidak Seret
-
3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri