Liberty Jemadu | Ummi Hadyah Saleh
Sabtu, 30 November 2019 | 22:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim berbicara dalam Konferensi Pendidikan Indonesia yang digelar di Jakarta, Sabtu (30/11/2019). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluh soal masih adanya korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di depan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Berbicara dalam acara Konferensi Pendidikan Indonesia yang digelar di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Sabtu (30/11/2019), Sri Mulyani bercerita tentang modus korupsi dana BOS.

"Tadinya saya pikir enggak ada korupsi, tapi tetap ada korupsi," kata Sri Mulyani di hadapan Nadiem Makarim.

Ia mengatakan dana BOS dialirkan secara ketat dari pemerintah pusat ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, lalu ke sekolah sesuai nama dan alamat.

"Sampai di address diminta sama yang di atas. 'Kamu kan udah terima, minta dong setorannya.' Itu yang terjadi begitu," beber Sri Muyani.

Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin Nadiem Makarim menerima Rp 507 triliun, sekitar 20 persen dari APBN seperti yang diamanatkan oleh undang-undang.

Tetapi ia mengakui bahwa sangat sukar mengendalikan penyaluran anggaran tersebut. Sebagian besar anggaran sudah ada alokasinya, seperti terkait gaji dan tunjangan guru.

Sementara dana BOS juga langsung mengalir ke daerah. Sebanyak 450 kabupaten di 34 provinsi menerima langsung dana tersebut. Gaji guru dan dana BOS, kata Sri Mulyani, sudah mewakili 80 persen dari total anggaran pendidikan.

"Sisanya yang dikelola Mas Nadiem," tutup dia.

Read more...