Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin melihat adanya kenaikan biaya ibadah haji di tahun 2020. Namun, ia berharap Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bisa lebih cermat untuk mengambil solusi.
Maruf mengatakan, pada tahun 2019, dari total biaya haji Rp 70,6 juta per jemaah, 50 persen di antaranya harus ditutupi dengan bantuan atau subsidi dari nilai manfaat pengelolaan keuangan BPKH.
Pada tahun 2020, dari total perkiraan biaya haji Rp 73,2 juta per jemaah, subsidi dari nilai manfaat akan meningkat menjadi 51,8 persen.
"Angka ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya akibat inflasi dan fluktuasi nilai tukar," kata Maruf saat berpidato dalam pembukaan rapat kerja BPKH di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan pada Rabu (18/12/2019).
Maruf menyampaikan setidaknya ada dua solusi yang bisa dijalankan BPKH agar bisa menutupi subsidi biaya haji tersebut. Solusi yang pertama ialah BPKH bisa lebih progesif dalam melakukan optimalisasi penempatan dana investasi keuangan haji.
Kata Maruf, investasi yang bisa dilakukan itu melalui instrumen keuangan maupun investasi langsung di dalam bidang perhajian baik di Arab Saudi maupun dalam negeri. Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan secara optimal dan aman.
Total biaya haji pada 2019 itu Rp 70,6 juta per jemaah. 50 persen diantaranya harus ditutupi oleh bantuan berupa subsidi dari nilai manfaat pengelolaan keuangan BPKH.
Kenaikan justru akan terjadi pada pembiayaan haji pada 2020. Maruf mengungkapkan bahwa perkiraan total biaya bagi jemaah haji itu Rp 73,2 juta per jemaah. Dengan begitu subdisi dari nilai manfaat pengelolaan keuangan yang mesti dipenuhi BPKH itu ialah sekitar 51,8 persen.
Sedangkan solusi kedua yakni bagimana BPKH bisa menyesuaikan beban biaya per jemaah. Ma'ruf meyakini BPKH bisa menjalankan salah satu dari solusi tersebut.
Baca Juga: Lapor ke Wapres Ma'ruf, Menag: Indonesia Tak Bisa Tambah Kuota Haji 2020
"Oleh karena itu saya mengharapkan agar Kementerian Agama dan BPKH dapat melakukan perhitungan secara cermat terkait dengan solusi ini," ujarnya.
Bersamaan dengan itu, Ma'ruf juga secara resmi membuka rapat kerja BPKH 2019 yang bertemakan sinergi kerja sama dalam tingkatkan investasi langsung BPKH. Ia berharap ke depannya BPKH bisa meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada 2020 dan tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
- 10 Mobil Terbaik untuk Pemula yang Paling Irit dan Mudah Dikendalikan
Pilihan
-
Viral Tumbler Tuku di Jagat Maya, Berapa Sebenarnya Harganya? Ini Daftar Lengkapnya
-
Tidak Ada Nasi di Rumah, Ibu di Makassar Mau Lempar Anak ke Kanal
-
Cuaca Semarang Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Puncak Musim Hujan Makin Dekat
-
Menkeu Purbaya Mau Bekukan Peran Bea Cukai dan Ganti dengan Perusahaan Asal Swiss
-
4 HP dengan Kamera Selfie Beresolusi Tinggi Paling Murah, Cocok untuk Kantong Pelajar dan Mahasiswa
Terkini
-
Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Benarkah Pipa PAM Jaya Jadi Solusi?
-
Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?
-
Gus Ipul Bantah Siap Jadi Plh Ketum PBNU, Sebut Banyak yang Lebih Layak
-
Khawatir NU Terpecah: Ini Seruan dari Nahdliyin Akar Rumput untuk PBNU
-
'Semua Senang!', Ira Puspadewi Ungkap Reaksi Tahanan KPK Dengar Dirinya Bebas Lewat Rehabilitasi
-
Berkaca dari Tragedi Alvaro, Kenapa Dendam Orang Dewasa Anak Jadi Pelampiasan?
-
DPR Sebut Ulah Manusia Perparah Bencana Sumatera, Desak Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
-
Ngeri! Gelondongan Kayu Hanyut Saat Banjir Sumut, Disinyalir Hasil Praktik Ilegal?
-
Rentetan Proses Pembebasan Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi: Keppres Keluar Pagi, Bebas di Sore Hari
-
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Mendagri Minta Pemda Segera Data Jembatan Rusak Menuju Sekolah