Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam Sumatera Barat (Sumbar) mengumumkan jelang akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020, ada delapan bunga bangkai terbesar di dunia Rafflesia arnoldii yang mekar di Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam.
Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam Ade Putra menjelaskan, delapan tumbuhan bunga langka itu berada di dua lokasi yang berjarak sekitar 100 meter.
"Dalam minggu depan akan ada satu knop yang akan mekar sempurna, karena sudah ada tanda-tanda knop sudah berwarna merah," katanya seperti dikutip Antara pada Minggu (22/12/2019).
Lokasi pertama, jelas Ade, meliputi lima bunga Rafflesia yang satu di antaranya sudah mulai mekar. Di lokasi tersebut juga ada 12 Rafflesia yang diperkirakan mekar sempurna beberapa bulan lagi
"Juga ada bunga Rafflesia yang sudah mekar sempurna beberapa bulan dan kelopak sudah berwarna hitam," kata Ade.
Sementara di lokasi kedua, ada tiga bunga Rafflesia arnoldii yang akan mekar sempurna dalam satu bulan ke depan, enam knop bunga yang masih kecil, dan dua bunga yang sudah melewati fase mekar sempurna.
"Kita telah memasang papan informasi dan larangan agar tidak merusak karena dilindungi Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," kata Ade mengenai pelindungan habitat bunga Rafflesia arnoldii di Data Simpang Dingin.
Ia menjelaskan bahwa Agam memiliki 13 sebaran populasi bunga Rafflesia, sebagian besar berada di enam nagari di sekeliling Danau Maninjau, yakni Nagari Koto Kaciak, Tanjung Sani, Paninjauan, Matua Mudiak, Maninjau, dan Duo Koto.
Seorang warga Paninjauan mengatakan bahwa lokasi habitat bunga Rafflesia biasanya dikunjungi orang ketika ada bunga yang mekar.
Baca Juga: Bunga Bangkai Langka Amorphopalus Gigas Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
"Berkemungkinan pengunjung akan berdatangan ke lolasi, karena akan banyak yang mekar," kata Ida (53).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok