Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany mengaku pernah menjadi korban penipuan oknum ojek online (ojol). Saldo GoPay miliknya dikuras habis oleh si penipu.
Hal itu diungkap Tsamara sebagai tanggapan atas cuitan warganet @utaeeeeee yang membagikan kisah Maia Estianty belum lama ini.
Pada Jumat lalu, Maia melalui akun Instagram pribadinya mengungkapkan jika akun GoJeknya diretas ketika memesan makanan via Go-Food. Ia juga mengaku saldo di aplikasi Gopay-nya dikuras dan sang penipu juga mencoba berbelanja menggunakan kartu kreditnya di Tokopedia.
Menanggapi cuitan tersebut, Tsamara mengaku pernah mengalami nasib yang serupa dengan Maia, yakni saldo Go-Pay nya dikuras.
Bedanya, oknum yang menipu Tsamara menggunakan modus tiba-tiba membatalkan orderan padahal sebelumnya tertulis sedang menuju lokasi tujuan.
Bahkan, ia juga sempat dihubungi oknum yang mengaku dari Gojek. Namun karena merasa janggal, Tsamara mencurigainya dengan cepat hingga akhirnya terselamatkan dari kasus penipuan.
"Kemarin hampir merasakan kejadian yang sama. Dapat driver, belum sampai tapi dia udah bilang “on the way with you”. Nggak lama dicancel & go-pay kekuras. Trus ada nomor gak jelas nelp ngaku dari Go-Jek & bilang akan kirim sms, & harus dibalas. Untung segera sadar ada yang ganjil," cuit Tsamara, seperti dikutip Suara.com, Minggu (29/12/2019).
Setelah mendapat kejadian tak menyenangkan tersebut, Tsamara pun melapor kepada perusahaan ojek online terkait. Beruntungnya, ia mendapat respons baik dan mendapat ganti rugi setelah Go-Pay nya terkuras.
Untuk itu, ia pun berharap kedepannya tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan oknum ojol seperti Maia Estianty.
Baca Juga: Mayatnya Membusuk di Kos Baciro Jogja, Siswanto Sempat Derita Penyakit Ini
"Alhamdulillah respons Go-Jek resmi cepat & Go-Pay segera kembali. Untung juga saldo Go-Pay emang lagi nggak banyak. Bersyukur masih dilindungi. Semoga nggak ada lagi kejadian kayak Mbak Maia. Serem banget," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!