News / Metropolitan
Rabu, 01 Januari 2020 | 18:16 WIB
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar memiliki pendapat sendiri terkait banjir yang melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada Rabu (1/1/2020).

Direktur Eksekutif Lokataru ini mengatakan bahwa sekarang bukan waktunya untuk menyalahkan suatu pihak.

Haris pun berpendapat bahwa tidak perlu lagi membandingkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Melihat luasan banjir, apakah sebanding dengan luasan kerja Ahok atau Anies selama ini. Ini ulah kita semua..bukan waktunya menyalahkan," tulis Haris seperti dikutip Suara.com dari akun Twitter pribadinya, Rabu (1/1/2020).

Menurut Haris, bencana banjir yang melanda DKI Jakarta seharusnya disikapi dengan kesadaran bersama dan membangun solidaritas.

"Ini waktu bangun solidaritas. Sadar bersama ke depan bahwa masalah lingkungan hidup ada cara kita hidup sehari-hari," ujarnya.

Penanggulangan banjir adalah hal yang lebih penting diutamakan saat ini, menurut pria kelahiran Jakarta, 10 Juli 1975.

Ia pun mengajak orang-orang untuk mengawal setiap kebijakan yang mendukung penghijauan.

"Sekarang kita ambil peran dalam penanggulangan banjir, lusa, minggu depan dst jangan rebahan, harus kawal kebijakan yang pro penghijauan, urban plan, kebijakan untuk kawal kesiapsiagaan segala macam bencana, sebisa mungkin," tutup Haris.

Baca Juga: 2020, Ivan Gunawan Ingin Dapat Jodoh

Haris Azhar menyikapi banjir Jakarta tahun 2020 (twitter @haris_azhar)

Pernyataan Haris yang disampaikan lewat cuitan di Twitter ini telah mendapatkan banyak respon dari warganet.

Pantauan Suara.com, dalam waktu enam jam sejak diunggah, cuitan tersebut telah mendapatkan lebih dari 2.700 retweet dan 4.300 like.

Untuk diketahui, kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur menjadi kawasan terparah di ibu kota yang dilanda banjir. Hingga Rabu (1/1/2020) sore, ketinggian air di kawasan tersebut sudah mencapai atap rumah.

Ketinggian air mencapai dua meter hanya dalam tempo 1,5 jam.

Kekinian, sebanyak 20 unit perahu karet milik Basarnas DKI Jakarta diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang masih berada di rumahnya.

Dari pantauan di lokasi kejadian, tepatnya di wilayah RT02/RW04 Kelurahan Cipinang Melayu, air yang menggenang sudah menyerupai aliran sungai.

Load More