Suara.com - Polda Metro Jaya telah menerima laporan pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi terhadap akun Twitter @digeeembok yang menyebut dirinya memiliki hubungan spesial dengan salah seorang bos Garuda Indonesia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Siwi selaku pelapor akan dimintakan keterangan. Rencananya, polisi memanggil Siwi pada Senin (13/1/2020).
"Benar ada laporannya, hari senin pelapor dipanggil, dan dua saksi," kata Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (11/1/2020).
Yusri menyebut, pihaknya akan memanggil saksi ahli seusai pemeriksaan terhadap Siwi. Selain itu, kalau semua unsur tersebut sudah lengkap, maka polisi melaksanakan gelar perkara terhadap kasus tersebut.
"Setelah di periksa akan panggil saksi ahli. Kalau sudah lengkap nantinya dilakukan gelar perkara apakah memenuhi unsur pasal yang di persangkaan baru setelah itu naik sidik," jelas Yusri.
Sebelumnya, Siwi didampingi kuasa hukumnya, Elza Syarief mengadakan konfrensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020). Ia menegaskan informasi dari akun Twitter terhadap dirinya adalah tidak benar.
"Jadi pemberitaan dari akun @digeeembok itu tidak benar, saya merasa benar-benar harga diri saya dicoreng dan privasi saya untuk berada di pekerjaan saya dalam pramugari merasa saya tidak nyaman," ucap Siwi Sidi.
Bersama Elza Syarief, Sidi melaporkan akun Twitter @digeeembok ke Polda Metro Jaya. Laporan itu telah dibuat pada 28 Desember 2019.
Baca Juga: Sama-sama Digosipkan Jadi Gundik, Siwi Sidi Tak Kenal Adik Kriss Hatta
Berita Terkait
-
Bongkar Skandal Garuda Berujung Dipolisikan, Publik Serukan #SaveDigeeembok
-
Sama-sama Digosipkan Jadi Gundik, Siwi Sidi Tak Kenal Adik Kriss Hatta
-
Benarkan Oplas, Siwi Sidi Bantah Pakai Uang Negara
-
Gosip Siwi Sidi Gundik Bos Garuda, Ibunda Jatuh Sakit
-
Dituduh jadi Gundik Bos Garuda, Kata Elza Syarief soal Laporan Siwi Sidi
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga
-
Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi