Suara.com - Akibat terjadinya arus pendek, ruangan Bidang Infrastruktur Pertanahan di lantai 2 Kantor Wilayah BPN Provinsi Maluku kebakaran. Menurut keterangan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi Maluku Kebakaran terjadi pada Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 14.00 WIT.
Dalam keterangannya Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi Maluku menyampaikan bahwa tidak lama setelah dihubungi sekitar 20 menit Pemadam Kebakaran Kota Ambon akhirnya tiba dan melakukan proses penyemprotan pada ruang yang terbakar, dan juga pada atap gedung.
"Tak hanya Pemadam Kebakaran, PLN Rayon Kota Ambon pun juga tiba di lokasi dan langsung memutuskan aliran listrik," kata Kabag TU Kantor Wilayah BPN Provinsi Maluku dalam keterangannya, Senin (13/1/2020).
Dengan dibantu 4 unit Pemadam Kebakaran, 1 unit Mobil tangki air PMI, 1 Regu Unit PRC Polresta Ambon pada pukul 15.15 WIT kobaran api berhasil dipadamkan.
Menurut saksi mata Ibu Nur Alidrus (47) yang ruang kerjanya berada tepat di depan ruangan yang terbakar saat dihubungi Tim Humas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyampaikan bahwa awalnya ia baru saja selesai makan siang dan akan membereskan piring makan siangnya ke pantry tepat di sebelah ruang yang terbakar.
Tiba-tiba dirinya melihat gumpalan asap yang sangat tebal keluar melalui pintu dan plafon ruangan tersebut, kemudian saksi mengabarkan kepada pegawai lain untuk segera menghubungi pemadam kebakaran sambil memadamkan api dengan air dan alat seadanya dan berusaha mengamankan dokumen-dokumen penting lainnya.
Adapun peralatan-peralatan yang dapat diselamatkan oleh para pegawai dari dalam ruang tersebut antara lain Ploter 1 unit masih dalam kondisi basah akibat semprotan air, 2 unit GNSS RTK masih dalam kondisi baik, 1 unit Peta dan lemari penyimpanan Peta masih dalam kondisi baik.
Kendati demikian ada barang yang tidak dapat diselamatkan antara lain 3 unit Kursi Futura, 1 unit Kursi Putar, 3 unit meja kerja kayu, 2 unit meja gambar, 5 bundel dokumen surat menyurat, 2 unit AC, 2 unit Personal Computer, 1 unit Printer Epson, 3 unit Scanner, dan 1 unit Tablet.
Saat ini telah dilakukan pemasangan Police Line pada areal tersebut untuk dilakukan olah TKP oleh Kepolisian Resort Kota Ambon dan P.P. Lease. Pengamanan arsip-arsip pertanahan berada di lantai bawah gedung dan tidak mengalami kebakaran.
Baca Juga: Jadi Buron Kasus Korupsi, Eks Kepala BPN Surabaya Tertangkap di Tangsel
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?