Suara.com - Ketua KPU RI Arief Budiman mengaku belum mengetahui dokumen apa saja yang disita oleh penyidik KPK dari ruangan Wahyu Setiawan. Ini dikarenakan proses penggeledahan masih berlangsung.
Arief menyampaikan bahwa tim penyidik KPK telah menggeledah ruang Wahyu sejak siang tadi. Kekinian, proses penggeledahan pun masih berlangsung.
"Ya belum tahu sampai sekarang kan masih dalam proses, masih diperiksa, melihat dokumen-dokumennya," kata Arief di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).
Berkenaan dengan itu, Arief mengungkapkan bahwa segel KPK di pintu ruangan Wahyu yang menjadi satu dengan ruangan Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting telah dibuka. Arief juga memastikan bahwa penggeledahan oleh tim penyidik KPK itu hanya dilakukan pada ruangan Wahyu saja.
"Udah dibuka (segel KPK), yang dimasuki hanya ruangannya Pak Wahyu saja," ujarnya.
Untuk diketahui, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor sementara KPU di Mess Bank Indonesia, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2020). Kedatangan mereka diduga hendak menggeledah ruang kerja eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Pantauan suara.com penyidik KPK tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka datang dengan menggunakan empat mobil jenis Toyota Kijang Innova; tiga hitam dan satu abu-abu.
Beberapa penyidik KPK terlihat menggunakan masker. Disisi lain tampak pula diantaranya yang terlihat membawa kamera.
Baca Juga: Rekan Kerja Kena Suap, Pimpinan KPU: Kami Tak Terlibat Kasus Wahyu
Hingga kekinian atau lebih dari empat jam tim penyidik KPK tersebut masih melakukan penggeledahan di ruang Wahyu. Awak media pun tak diperkenankan untuk mengambil gambar proses penggeledahan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI
-
Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah
-
Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
-
Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan
-
KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen
-
Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya
-
Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah
-
Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan
-
Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money
-
Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi