Penelitian juga mengangkat kekuatan UUV Gliders, alat yang lebih kecil, seperti yang ditemukan oleh para nelayan Jiangsu. Alat ini dapat dikerahkan selama berbulan- bulan dan murah.
Murah di sini berarti "hanya puluhan ribu dolar".
Harga alat dan juga jangkauannya menunjukkan bahwa "alat mata-mata bawah laut" ini semakin penting.
Neill memperkirakan jumlahnya di dunia mencapai "ratusan."
Armada Perikanan yang Besar dan Berbeda
Informasi tersebut, menjelaskan mengapa alat-alat ini terjaring oleh nelayan China. Negara ini memiliki armada perikanan yang begitu besar. Armada perikanan China juga berbeda dengan negara-negara lain.
Sebagian nelayan sendiri adalah bagian dari militer dan hal ini menjelaskan mengapa mereka terus menemukan alat militer ini.
Milisi Maritim China adalah bagian dari milisi nasional yang merupakan pasukan sipil cadangan.
Organisasi ini unik namun diketahui oleh militer Amerika Serikat, menurut Profesor Andrew S Erickson.
Baca Juga: Menteri KKP Edhy Prabowo: Enggak Ada Kapal Nelayan China di Laut Natuna
Menurut laporan Kementerian Pertahanan AS pada 2017, organisasi ini memainkan "peran penting dalam sejumlah operasi militer selama bertahun-tahun."
Sebelumnya, organisasi ini menyewa kapal dari perusahaan-perusahaan atau nelayan.
Kementerian Pertahanan mengatakan tampaknya "China membangun armada resmi untuk pasukan milisi."
Neill mengatakan banyak kapal yang "berkeliaran seperti kapal ikan" dan mereka sebenarnya melakukan mata-mata Angkatan Laut dan mata-mata terhadap "saingan-saingan China."
"Di atas kertas mereka tampak canggih dengan kapal pukat," katanya.
"Namun armada ini sebenarnya adalah kapal dengan jenis militer dengan tonase tinggi."
Berita Terkait
-
AS-China Akur, Nilai Tukar Rupiah Bisa Bergerak Rp 13.600 Per Dolar AS
-
USMCA Berlaku, Harga Minyak Dunia Naik
-
Mahfud Sampaikan Ketegasan Indonesia Soal Kedaulatan Natuna ke Dubes China
-
Tampil Menekan, Kevin / Marcus Hanya Butuh 31 Menit Libas Ganda China
-
Tahun Tikus Logam: Shio Kerbau, Buang Saja Apapun yang Cuma Menguras Emosi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI