Suara.com - Ahmad Riza Patria mengaku siap untuk mengikuti segala proses dalam pemilihan calon wakil gubernur DKI Jakarta.
Bahkan politikus Partai Gerindra ini mengaku siap mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghadapi kritik hingga cibiran, khususnya soal masalah banjir di Ibu Kota.
"Siapapun yang menjadi pejabat punya tugas dan tanggung jawab harus selalu siap dan membiasakan diri untuk dikritik maupun di-bully. Apapun jabatannya, tidak hanya wagub, anggota Dewan juga kami setiap hari hingga hari ini kan selalu dikritik dan di-bully," ujar Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis(23/1/2020).
Diketahui, Ahmad Riza dicalonkan menjadi Cawagub DKI Jakarta oleh Partai Gerindra. Selain Riza, masih ada satu orang lagi yang berpeluang mengisi kursi bekas Sandiaga Uno itu. Orang tersebut, yakni Nurmansyah Lubis yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sementara itu, mengenai banjir dan permasalahan lain di Jakarta seperti macet, Riza menilai Anies sudah melakukan penanganan yang cukup baik dalam dua tahun kepemimpinanya
"Kami lihat progres dua tahun kepemimpinan Anies, soal macet kan luar biasa, bisa diatasi, pengguna kendaraan umum sangat besar, sangat banyak signifikan kemajuannya. Kemacetannya berkurang. Banjir juga kita lihat dari lamanya genangan kan luar biasa, ada penurunan yang drastis," ujar Riza.
"Memang minggu lalu banjir itu disebabkan karena debit air yang lebih dari biasanya. Tapi kalau kami lihat program dan penanganannya sudah sangat luar biasa. Jadi kami optimis di bawah kepemimpinan Anies Rasyid Baswedan, Jakarta akan lebih maju dan lebih baik," sambungnya.
Belakangan nama Riza terus naik di kancah perpolitikan. Pada tahun 2014 ia terpilih menjadi anggota DPR RI. Periode berikutnya, 2019-2024 ia kembali terpilih.
Namun karena menjadi salah satu Cawagub, Riza menyatakan siap mengundurkan diri dari kursi Parlemen Senayan. Menurutnya hal ini juga sesuai dengan aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak memperbolehkan Cawagub rangkap jabatan.
Baca Juga: Anies Bapak Transportasi Jakarta, PDIP: Dia Cuma Melanjutkan Program
"Apabila mencalonkan sebagai Kepala atau Wakil Kepala Daerah dia harus mengundurkan diri," kata Riza saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).
Proses pemilihan Cawagub sendiri akan segera dimulai oleh DPRD DKI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyerahkan surat usulan kepada parlemen Kebon Sirih itu.
Selanjutnya tinggal pimpinan DPRD menggelar Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) untuk mengesahkan tata tertib dan Panitia Pemilihan (Panlih). Paripurna pemilihan Wagub sendiri diperkirakan akan berlangsung pada Februari mendatang.
Berita Terkait
-
Cawagub DKI Riza Patria Akui Pernah Jadi Terdakwa Korupsi: Saya Bersih
-
Jejak Riza Patria, Calon Pengganti Sandiaga: Pernah Jadi Terdakwa Korupsi
-
Surat Cawagub Sudah Diserahkan ke DPRD, Anies Minta Dewan Segera Bahas
-
Gubernur Anies Akan Izinkan PKL Dagang di Trotoar
-
Ogah Gubris soal Pohon Monas Digunduli, Anies: Itu Ramai di Twitter Saja
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar