Suara.com - Kurator senior Taman Margasatwa Ragunan Ulrike Freifrau Von Mengden meninggal dunia kemarin, Kamis (23/1/2020). Ia disebut sebagai Mother Teresa of The Orangutans karena kecintaannya pada orangutan.
Kabar meninggalnya wanita kelahiran 14 April 1920 ini dibagikan oleh pihak Taman Margasatwa Ragunan melalui akun Instagram resminya, @ragunanzoo.
"Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Turut Berduka Cita atas meninggalnya Ulrike Freifrau Von Mengden pada hari ini tanggal 23 Januari 2020," tulis @ragunanzoo, seperti dikutip Suara.com, Jumat (24/1/2020).
Karena kecintaannya kepada satwa terutama orangutan, wanita yang disapa Ulla ini telah 55 tahun tinggal di Taman Margasatwa Ragunan.
Sejak tahun 1965, Ulla dipercaya oleh Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin untuk mengawasi berbagai satwa di sana.
Beliau meninggal di usia 99 tahun. Tiga bulan lagi padahal ulang tahun Ulla yang ke-100.
"Selamat Jalan Ulrike Von Mengden, jasa besarmu untuk konservasi Orangutan akan kami teruskan," imbuh @ragunanzoo.
Menurut laporan Deutsche Welle, Senin (10/10/2011), Ulla pernah merawat 37 orangutan di rumahnya.
Ulrike von Mengden ke Indonesia 60 tahun yang lalu bersama suaminya, seorang diplomat Jerman Barat yang keluarganya memiliki peternakan sapi di Jawa.
Baca Juga: Hits: Radang Tenggorokan Dikira Virus Corona, Menkes Terawan Buktikan Aman
Karena cinta kepada binatang, Ulla bekerja secara sukarela di taman margasatwa. Ketika taman margasatwa pindah ke daerah yang lebih luas di Ragunan, Jakarta Selatan pada tahun 1966, Ulla juga diberikan rumah kecil di tengah-tengah kebun binatang.
Berita Terkait
-
Tertimpa Kandang Ayam Ambruk, Suami Tewas Tengkurap di Atas Istri
-
Alami Komplikasi Flu, Wanita 20 Tahun Meninggal Dunia
-
Awalnya Sakit Flu Biasa, Remaja 15 Tahun Meninggal karena Syok Septik
-
Interview: Kenangan Mayky Wongkar dan Ria Irawan Lawan Penyakit Kanker
-
VIDEO Tangis Pilu Dewi Irawan Ditinggal Sang Ibu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!