Suara.com - Ati Sri Hatijah, driver ojek online (ojol) diperlakukan dengan kasar oleh pegawai kedai kopi di Bandung. Kejadian ini berimbas buruk pada ulasan kedai kopi tersebut.
Warganet langsung memberi rating kecil untuk kedia kopi di Google Maps. Banyak ulasan negatif yang diberikan warganet di sana.
Pantauan Suara.com, pada Selasa (28/1/2020), kedai kopi yang beralamat di Jalan Ciumbuleuit, Bandung, Jawa Barat ini mendapat rating 1.2 dari 5 bintang di Google Maps.
Meskipun ada 257 ulasan di sana, tapi rata-rata warganet menulis komentar negatif.
Seperti ulasan dari Raditya F B yang menulis, "Hmm.. Sayang sekali kopi yang enak tapi super bad attitude pegawainya".
"Karena setitik nila rusak kopi sagelas," ulasan dari Warno Ar.
Sekitar sebulan yang lalu, seorang warganet ada yang telah menulis ulasan negatif atas pelayanan pegawai kedai kopi ini.
Fadhlur Rohman menyebutkan bahwa kedai kopi yang viral ini tempatnya cukup nyaman. Namun dari kebersihan dan pelayanannya dapat mengurangi rating.
"Tempatnya sih nyaman-nyaman aja sih menurut saya. Yang menurut saya agak irritating adalah service dan kebersihan dari tempatnya, pelayannya agak terlalu cuek, acuh, dan kurang ramah. Meja di bagian luar juga dibiarkan kotor dari saya datang hingga saya pergi, bukan pengalaman yang mengesankan sih bagi saya," tulis Fadhlur.
Baca Juga: Akhirnya Buka Keran Gol di Manchester United, Harry Maguire Semringah
Sementara itu, pihak manajemen Kopi Yor melalui akun resmi Instagram menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengaiayaan tersebut. Pihak manajemen mengaku jika oknum pegawai kedai kopinya telah diamankan oleh pihak berwajib.
"Teman-teman, masalah yang terjadi tadi malam sudah clear ya. Tadi malam kami dari Kopi Yor telah melakukan mediasi dengan satgas dari komunitas Grab, penyidik dari kepolisian dan Kanit Polsek Cidadap langsung. Karyawan yang terlibat saat ini telah diamankian polisi. Mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini," tulis manajemen Kopi Yor.
Untuk diketahui, driver ojol wanita bernama Ati Sri Hatijah mendapar perlakuakn kasar dari pegawai kedai kopi di Bandung lantaran konsumen minta ganti orderan.
Kejadian bermula saat minuman yang dipesan konsumen habis. Pesanan tidak bisa di-cancel karena resto "pilihan", konsumen memilih untuk mengganti menu lain yang harganya lebih murah tapi susah diedit.
Si pegawai kedai kopi itu justru memaki si driver ojol. Bahkan, si pegawai kedai kopi juga menghina driver ojol yang tidak bisa meng-edit pesanan dari pelanggan.
Driver ojol yang merasa terhina langsung menyodorkan ponselnya dan meminta agar ditunjukkan cara meng-edit pesanan. Namun, si pegawai kedai kopi justru memencet tombol 'saya sudah sampai tujuan', padahal driver masih di kedai kopi.
Berita Terkait
-
Pegawai Kedai Kopi Diduga Aniaya Ibu-ibu Driver Ojol, Penyebabnya Sepele
-
Momen Wanita Asyik Belanja saat PM China Kunjungi Wuhan karena Virus Corona
-
Driver Ojol di Bandung Dianiaya Pegawai Kedai Kopi hingga Bibirnya Berdarah
-
Bandung Diterjang Banjir, 6 Kecamaatan Sepekan Terendam Air
-
3 Petinggi Sunda Empire Diperiksa Hari Ini, Bakal Jadi Tersangka?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget