- Wali Kota Tangerang Selatan mengecam keras dugaan pelecehan oknum guru di Serpong dan menginstruksikan pemecatan administratif.
- Pemkot akan mendukung penuh proses pidana kepolisian untuk menegakkan hukum seadil-adilnya demi keadilan korban.
- Dinas Pendidikan diminta mengaudit total sistem pengawasan sekolah dan memberikan pendampingan psikologis intensif kepada korban.
Suara.com - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengecam keras dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap sejumlah murid di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kawasan Serpong.
Ia menegaskan bahwa perbuatan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap dunia pendidikan yang tidak dapat ditoleransi.
Benyamin memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan akan mengambil langkah tanpa kompromi. Selain proses pidana yang tengah berjalan, sanksi administratif berat berupa pemecatan telah disiapkan bagi pelaku.
"Saya mengutuk keras tindakan ini. Ini adalah perbuatan yang sangat keji dilakukan di lingkungan pendidikan. Saya sudah instruksikan untuk memberikan sanksi paling tegas sesuai aturan kepegawaian, dan kita pastikan yang bersangkutan tidak lagi memiliki tempat di lingkungan sekolah kita," ujar Benyamin kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Ia menyatakan dukungan penuh kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ia meminta agar penegakan hukum dilakukan secara adil demi memberikan rasa keadilan bagi para korban dan keluarga.
"Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Saya minta kasus ini diproses seadil-adilnya. Kami akan kawal sampai tuntas agar para korban mendapatkan keadilan yang layak," tambahnya.
Sebagai langkah preventif ke depan, Benyamin telah mengeluarkan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan untuk melakukan audit sistem pengawasan di seluruh sekolah secara menyeluruh.
Ia menekankan pentingnya aspek keamanan di setiap sudut area sekolah agar tidak ada celah bagi terjadinya tindakan menyimpang.
"Saya instruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengaudit sistem pengawasan di seluruh sekolah. Pastikan setiap sudut sekolah terpantau dan tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan tindakan menyimpang. Saya ingin ada evaluasi berkala terhadap rekam jejak dan perilaku tenaga pendidik kita," tegasnya.
Baca Juga: Tak Sekaya Pesaing, Pelatih Spanyol Ungkap Cara Persita Bertahan di Papan Atas Super League
Selain pengawasan fisik seperti pemasangan CCTV dan penataan ruang, Benyamin juga menyoroti pentingnya integritas dan moralitas tenaga pendidik. Ia mengingatkan bahwa peran guru bukan sekadar mengajar, tetapi juga menjadi pelindung utama bagi siswa.
"Dinas Pendidikan harus memastikan bahwa guru bukan hanya sekadar pengajar, tapi benar-benar menjadi pelindung. Saya tidak mau lagi mendengar ada laporan yang terlambat atau ditutup-tutupi. Jika ada indikasi, langsung tindak dan laporkan," lanjutnya.
Terkait kondisi para korban, Benyamin menjamin Pemkot Tangerang Selatan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) akan memberikan pendampingan psikologis secara intensif untuk memulihkan trauma anak-anak yang terdampak.
"Fokus kami adalah masa depan anak-anak. UPTD PPA akan mendampingi secara berkala, termasuk mengawal proses hukum agar anak-anak tetap merasa terlindungi selama proses ini berjalan," katanya.
Lebih lanjut, Benyamin mengajak para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalin komunikasi yang lebih terbuka dengan anak-anak di rumah. Menurutnya, kepekaan orang tua sangat krusial dalam mendeteksi perubahan perilaku anak sejak dini.
"Orang tua juga harus ikut andil, harus lebih peka jika melihat perubahan perilaku pada anak. Komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua, dan sekolah adalah kunci agar segala bentuk penyimpangan bisa kita deteksi dan cegah sedini mungkin," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tak Sekaya Pesaing, Pelatih Spanyol Ungkap Cara Persita Bertahan di Papan Atas Super League
-
Banjir Akibat Luapan Sungai Cidurian, Ratusan Rumah Terendam
-
Kasus Kekerasan Seksual, Bagaimana Media Menulis Berpihak Kepada Penyintas?
-
Persita Tangerang Incar Posisi Empat Besar Super League Berbekal Mentalitas Rendah Hati Carlos Pena
-
Akses Tol Langsung KM 25 JakartaMerak Masuki Uji Laik Fungsi
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan