- Mendagri Mensesneg Prasetyo Hadi prihatin atas OTT KPK terhadap Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi.
- KPK menahan Sudewo atas dugaan pemerasan terkait pengisian 601 jabatan perangkat desa di Pati.
- Maidi ditahan KPK karena dugaan pemerasan, gratifikasi, dan meminta uang terkait proyek pemeliharaan jalan.
Suara.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengaku prihatin atas Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Tentunya kami prihatin kembali terjadi operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh kepala daerah," kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Prasetyo, terjaringnya Maidi dan Sudewo menjadi bukti bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait persoalan korupsi.
"Itu membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini menjadi sesuatu yang menjadi pekerjaan rumah yang harus bersama-sama kita perangi," kata Prasetyo.
Ia sekaligus menegaskan kembali pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait komitmen pemberantasan korupsi.
"Berkali-kali dalam berbagai forum, Bapak Presiden terus mengingatkan hal tersebut," ujar Prasetyo.
Sebelumnya diberitakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua kepala daerah, yakni Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam perkara dugaan korupsi.
Keduanya ditahan selama 20 hari pertama, terhitung 20 Januari hingga 8 Februari 2026, di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.
Sudewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.
Baca Juga: Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
Ia diduga memanfaatkan rencana pengisian 601 jabatan perangkat desa yang kosong dengan meminta uang kepada calon perangkat desa melalui jaringan tim sukses yang dikenal sebagai Tim 8.
Tarif yang dipatok berkisar Rp165 juta hingga Rp225 juta per orang. Hingga Januari 2026, KPK mengamankan uang tunai sekitar Rp2,6 miliar serta menahan tiga kepala desa yang terlibat.
Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi ditahan dalam kasus dugaan pemerasan, gratifikasi, dan fee proyek.
Ia diduga meminta uang dengan modus dana CSR, perizinan, serta fee proyek pemeliharaan jalan.
Total uang yang diamankan KPK mencapai ratusan juta rupiah, sementara dugaan penerimaan gratifikasi Maidi dalam periode 2019–2022 diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar.
Dalam perkara ini, KPK juga menahan seorang pihak swasta dan Kepala Dinas PUPR Kota Madiun.
Berita Terkait
-
Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
-
KPK Tetapkan Wali Kota Madiun Maidi Tersangka, Gratifikasi Rp1,1 Miliar
-
Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Sudewo Minta Warga Pati Tetap Tenang
-
Usai OTT di Pati, KPK Tahan Bupati Sudewo dan 3 Kepala Desa
-
Bupati Pati Sudewo Bantah Lakukan Pemerasan Calon Perangkat Desa Usai Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun
-
Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik