Suara.com - Mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan, China meminta agar Kementerian Luar Negeri segera mengambil keputusan untuk mengevakuasi mereka dari kota pusat penyebaran virus corona. Mereka menyebut situasi Kota Wuhan saat ini sudah darurat.
Salah seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Wuhan, Yuliannova mnelalui akun Twitter miliknya @ylchaniago memohon agar pemerintah Indonesia bisa segera menjemput ia dan mahasiswa asal Indonesia lainnya Kota Wuhan. Setelah enam hari otoritas China mengisolasi Kota Wuhan, kini para mahasiswa asal Indonesia mulai diselimuti rasa cemas.
"Ibu Menlu @Menlu_RI @jokowi @KBRI_Beijing kami memang bisa bertahan tapi ini sudah 6 hari tanpa kejelasan kapan status lockdown ini berakhir. Kami mohon bawa kami keluar dari Kota Wuhan. Kota ini tidak sehat bu," kata Yuliannova seperti dikutip Suara.com, Rabu (29/1/2020).
Dari data teranyar menunjukkan sudah ada 132 orang tewas akibat virus tersebut dan lebih dari 5.000 orang sudah terinfeksi virus mematikan. Ia memohon agar pemerintah Indonesia bisa segera bertindak menyelamatkan mereka.
"Ibu Menlu @Menlu_RI @jokowi kami berharap seluruh orang Indonesia yang ada di Kota Wuhan mohon segera dievakuasi secepatnya. Ini sangat darurat mengingat banyaknya jumlah korban terinfeksi dan meninggal dunia yang terus bertambah," tuturnya.
Ia juga mendapatkan kabar bila teman-temannya dari Jerman, Jepang, Palestina, Syiria, Jordan hingga Prancis sudah keluar dari asrama dijemput oleh pemerintah masing-masing. Ia tidak tahu sampai kapan harus bertahan karena Otoritas China belum memberikan kepastian terkait masa isolasi Kota Wuhan.
"Ibu menteri @Menlu_RI @jokowi @KBRI_Beijing kami mendapat kabar Prancis akan mengevakuasi warganya di Wuhan pada hari-hari kami besok. Mohon kiranya ibu mengevakuasi kami secepatnya. Kami khawatir jika terus bertahan di dalam ketidakpastian," ungkapnya.
Sementara itu, TNI Angkatan Udara telah menyiagakan tiga unit pesawat dan petugas kesehatan untuk mengevakuasi WNI yang berada di Wuhan. Saat ini, TNI masih menunggu instruksi untuk mengevakuasi ke negeri tirai bambu itu.
"Nunggu dari Kemenlu bisa tembus enggak ke pemerintah sana, untuk agar kami bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto.
Baca Juga: Benny Tjokro dan Heru Hidayat Dituding Jadi Biang Kerok Kasus Asabri
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut pilihan evakuasi WNI dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China merupakan pilihan terbuka. Namun evakuasi itu tidak mudah dilakukan.
Sebab status karantina yang ditetapkan pemerintah setempat terhadap tempat asal penyebaran virus corona tipe baru. Indonesia harus bicara dengan otoritas China.
“Tentunya evakuasi adalah opsi yang terbuka, tetapi evakuasi di sebuah wilayah yang (berstatus) lockdown tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Kita harus bicara dengan otoritas China karena ada aturan-aturannya,” kata Retno usai meluncurkan Keketuaan Indonesia untuk Foreign Policy and Global Health (FPGH) Initiative di Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Berita Terkait
-
Teror Corona, Menaker Ida Belum Bersikap soal Pekerja China di Indonesia
-
Begini Suasana Penyuluhan Virus Corona di RSUD Pasar Minggu
-
Virus Corona: Naikkan Harga Masker, Apotek di China Didenda Rp 5 Miliar
-
Lirih Orangtua Mahasiswa Terjebak Corona di Wuhan: Pulangkan Anak Saya
-
Viral Pria Diduga Kena Virus Corona Buka Masker dan Bersin di Depan Perawat
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi