Suara.com - Hari libur kerja Kedutaan Besar RI di Beijing dipotong karena virus corona merebak di Wuhan. Pemotongan libur itu dilakukan agar bisa memaksimalkan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait meluasnya wabah corona virus jenis baru di China.
KBRI Beijing libur Hari Raya Imlek sesuai dengan kebijakan pemerintah China mulai Jumat (24/1/2020) hingga Jumat (31/1/2020). Namun karena kondisi darurat wabah, KBRI mengeluarkan imbauan bahwa seluruh staf yang masih berada di Beijing diminta untuk masuk kantor mulai Rabu pagi.
Di Kota Wuhan sebagai episentrum virus mematikan tersebut terdapat 102 warga negara Indonesia yang sudah tidak bisa keluar sejak Ibu Kota Provinsi Hubei itu ditutup pada Kamis (23/1/2020) pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB).
Sementara di beberapa kota lainnya di Provinsi Hubei yang diblokade juga terdapat WNI, yakni Xianning (55), Huangshi (52), Jingzhou (20), Xiangyang (3), Enshi (10), dan Yinchang (2).
Sejauh ini tidak ada satu pun WNI yang di Provinsi Hubei dan daerah-daerah lain di China yang positif atau terduga terpapar virus 2019-nCoV.
Ruang rapat pimpinan dan staf KBRI Beijing juga telah disulap menjadi posko sementara sejak Sabtu (25/1/2020).
"Kami terus memantau kondisi WNI kita di Wuhan dan Hubei, termasuk mengenai ketersediaan logistik," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.
Selain memantau kondisi WNI di wilayah episentrum 2019-nCoV, KBRI juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Wuhan, Pemerintah Provinsi Hubei, dan pemerintah China mengenai segala kemungkinan memulangkan para WNI tersebut ke Tanah Air dalam kondisi benar-benar steril dari virus yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru. (Antara)
Baca Juga: Virus Corona, Fadli Zon: Pemerintah Lamban Putuskan Mitigasi Virus Corona
Berita Terkait
-
Cegah Virus Corona, Kementan Perketat Impor Produk Pertanian
-
Tanpa Jeda, Begini Dedikasi Petugas Medis China Urus Pasien Virus Corona
-
Takut Bawa Virus Corona, Puluhan WN China di Bandung Kena Sidak!
-
Sopir Taksi Usir Penumpang karena Takut Kena Virus Corona, Videonya Viral
-
Jokowi: Pemerintah Punya Pilihan Evakuasi WNI di Wuhan
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi
-
Polemik Adies Kadir Memanas: Apakah MKMK 'Mengambil Alih' Keputusan DPR?
-
Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO