Suara.com - Proyek revitalisasi Monas telah dihentikan untuk sementara setelah menuai berbagai polemik. Pihak kontraktor, PT Bahana Prima Nusantara memilih pasrah mengikuti kebijakan itu.
Padahal, PT Bahana sempat tidak mau proyek ini diberhentikan begitu saja. Mekreka juga sempat meminta Pemprov DKI Jakarta untuk melunasi pembayaran terlebih dahulu karena pengerjaannya sudah mencapai 80 persen.
“Enggak ada tuntutan. Kami sebagai pelaksana, disuruh berhenti, kami berhenti,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT Bahana Prima Nusantara Muhidin Shaleh saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).
Sejauh ini, kata Muhidin, belum ada instruksi mengenai kapan proyek ini akan dilanjutkan kembali. Ia masih menunggu pihak Pemprov menyelesaikan urusannya dengan Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) dan DPRD Jakarta.
“Sambil menunggu aturan apa, kelanjutan apa, instruksi apa ya kami tunggu,” jelasnya.
Terkait penghentian proyek ini, Muhidin menyabut pihaknya masih belum menghitung soal untung ruginya. Ia juga menyebut target penyelesaian proyek ini pada 15 Februari belum berubah.
“Kami belum sampai ke situ masalah rugi untung,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
Ngeluh Sakit Gigi Jelang Sidang Tuntutan Kasus Pemerasan K3, Noel: Muka Kayak Digebukin Tahanan!