Suara.com - Polda Kepulauan Riau memastikan situasi keamanan di Natuna kondusif, setelah sempat terjadi bentrok kala ratusan WNI dievakuasi dari kawasan sentra virus corona Wuhan China ke daerah tersebut, Minggu (2/2) akhir pekan lalu.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt menyatakan, ratusan personel Korps Brimob disiagakan di Natuna.
Harry mengatakan, sebanyak 117 personel Brimob dikerahkan dalam misi kemanusiaan. Dia membantah pengerahan ratusan personel Brimob itu dalam rangka pengamanan setelah adanya sejumlah masyarakat yang menolak WNI dari Wuhan dievakusi ke Natuna.
"Kegiatan mereka sebenarnya di sana untuk operasi kemanusiaan. Jadi mereka bersama masyarakat di wilayah Natuna melakukan kegiatan kegiatan yang sifatnya preemtif, preventif," kata Harry saat dihubungi, Senin (3/2/2020).
Harry mengklaim, situasi keamanan di Natuna hingga kekinian dalam keadaan kondusif. Harry juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Natuna yang dapat menjaga kondusifitas tersebut.
"Alhamdulillah sampai siang ini sampai sore dan sejak tadi pagi situasi sangat sangat kondusif," katanya.
"Kami menyampaikan apresiasi terhadap warga masyarakat Natuna yang sampai hari ini dengan kedewasaan, dengan kebijaksanaan dan kekeluargaannya masih terus aparat polri menjaga situasi sehingga masih dalam kondusif," imbuh Harry.
Untuk diketahui, sasana tidak kondusif sempat terjadi ketika warga Natuna yang menolak daerahnya dijadikan tempat observasi para WNI yang dijemput dari Wuhan.
Kericuhan tidak dapat dihindari saat massa demonstrasi bentrok dengan aparat TNI di dekat Bandara Raden Sadjad persisnya di depan Mako Lanal Ranai.
Baca Juga: Dinkes DIY Lacak Warga Jogja yang Ikut Dievakuasi dari Wuhan ke Natuna
Tag
Berita Terkait
-
Ada 3 Anak WNI dari Wuhan China Ikut Dikarantina di Natuna
-
Kepada DPR, Menkes Terawan Jelaskan Alasan 3 WNI Dilarang Pulang dari Wuhan
-
Dikarantina di Natuna, WNI dari Wuhan Kesulitan Berkomunikasi
-
Warga Natuna Tolak Karantina WNI dari Wuhan, Apa Tanggapan Kemenkes?
-
Kemenkes Pastikan WNI yang Pulang dari Wuhan dalam Keadaan Sehat
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Teriakan Histeris Anak Pulang Kerja Ungkap Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
-
Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?
-
Terbongkar! SP3 Kasus Nikel Konawe Utara 'Disimpan' 21 Hari oleh Pimpinan KPK Lama
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM