Suara.com - Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Dalam pertemuan itu, Maruf berharap Soksi bisa membantu pemerintah untuk turut membangun pedesaan.
Wakil Ketua Umum Soksi Bambang Soesatyo atau Bamsoet menjelaskan bahwa Ma'ruf berharap kalau Soksi bisa turut serta mengambil bagian terutama untuk pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, Ma'ruf juga mengetahui kalau Soksi bisa mengambil peran dalam mendorong ekonomi di pedesaan.
"Beliau menekankan bahwa Soksi basisnya adalah ekonomi didirikan oleh pak Suhardiman dan sebagai kekuatan politik saat itu. Sehingga Soksi dapat aktif dalam mendorong ekonomi terutama di pedesaan," kata Bamsoet.
Dalam perbincangannya, Ma'ruf menuturkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 72 triliun. Akan tetapi saat ini baru bisa mendorong desa mandiri sebesar lima persen dan desa menengah sebesar 72 persen. Sehingga masih ada ada desa yang tertinggal yakni sekitar 17 persen.
Dengan begitu Ma'ruf mendorong Soksi agar bisa ikut membantu dengan menjalankan program seperti desa digital, desa wisata argo, dan desa industri.
"Jadi beliau mendorong Soksi membangun desa-desa," ujarnya.
Bamsoet mengatakan bahwa Soksi sudah menjalaninya seperti pembangunan industri dan desa argo wisata di lahan seluas 100 hektar di wilayah Jembrana.
"Beliau berharap Soksi dapat membantu program-program pemerintah dan pemerintahan manfaatkan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan untuk mendorong pembangunan," pungkasnya.
Baca Juga: Maruf Amin Minta Ribuan Warga Lebak Pasrah dan Terima Musibah Banjir
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa