Suara.com - "Jangan harap tinggalkan China jika suhu tubuhmu 38 derajat celcius", demikian pesan yang disampaikan otoritas pemerintah China di Beijing melalui layanan pesan singkat atau SMS.
Pesan tersebut menggambarkan bagaimana sulitnya meninggalkan Negara Tirai Bambu itu di tengah wabah virus corona yang sudah menyebar hampir seluruh wilayah daratan China.
Berikut catatan perjalanan salah satu WNI yang sudah tiga tahun tinggal di salah satu apartemen di Kota Beijing. Ia terpaksa harus meninggalkan kota tempatnya bekerja itu untuk pulang ke Tanah Air, meski prosesnya cukup rumit dan berbelit karena ketatnya uji tes kesehatan, khususnya kondisi suhu badan, tak hanya di Beijing, namun di bandara lain yang disinggahi.
"Jangan bepergian ketika dalam kondisi flu, batuk, sesak napas, dan suhu badan tinggi. Bagi Anda yang melakukan perjalanan ke Wuhan dalam 14 hari terakhir, harap lapor," demikian SMS yang dikirimkan hampir setiap hari oleh Pemerintah Kota Beijing sejak meluasnya wabah virus corona.
Saya yang hampir tiga tahun bertugas di Beijing bersama keluarga tentu cemas dengan pemberitahuan rutin itu.
Tiga aggota keluarga saling bergantian menggunakan termometer saku untuk mengecek suhu tubuh masing-masing.
Satu saja di antara anggota keluarga ini ada yang suhunya 38 derajat, maka pupuslah harapan pulang ke Tanah Air.
Informasi mengenai tiga mahasiswa Indonesia batal dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, yang dikenal sebagai episentrum wabah virus mematikan 2019-nCoV, akibat suhu tubuh tiba-tiba naik cukup membuat saya dan keluarga was-was.
Apalagi setelah mendapat kabar bahwa tidak lama setelah pesawat Batik Air yang membawa pulang 238 warga negara Indonesia lepas landas dari Bandar Udara Internasional Tianhe, Wuhan, pada 1 Februari 2020 menjelang subuh, suhu badan ketiga mahasiswa tersebut mulai stabil dan langsung diantar ke asrama kampus masing-masing tanpa harus melalui perawatan khusus.
Baca Juga: Rekam Tumpukan Mayat Korban Virus Corona, Lelaki Ini Ditangkap Polisi
Sangat mungkin, naiknya suhu badan ketiga mahasiswa itu dipengaruhi faktor psikologis, sebut saja nervous, karena terlalu lama menunggu di Bandara Tianhe sejak sore.
"Bisa saja kita seperti mereka dan tentu ga bisa pulang dong," ucap anak saya yang sulung sambil terus memeriksa suhu tubuh ibunya yang masih stabil di kisaran 36 derajat Celcius.
Sebelumnya kami sekeluarga juga sempat "sport jantung" manakala sejumlah penerbangan dari dan ke China, tidak hanya Wuhan, distop menyusul pengumuman Badan Organisasi Dunia (WHO) bahwa wabah virus corona berstatus darurat global per 31 Januari 2020.
Bagaimana tidak kaget, saya sudah bersusah payah mendapatkan tiket pulang ke Indonesia sejak sepekan sebelumnya. Itu pun dapatnya Malaysia Airlines untuk keberangkatan dari Beijing tanggal 2 Februari 2020.
Pada tanggal 31 Januari 2020 pagi pihak maskapai tidak memberikan respons mengenai kemungkinan pembatalan penerbangan bernomor MH-365.
Kabar dari rekan di Kedutaan Besar Malaysia di Beijing dan wartawati The Star agak melegakan. Belum ada kabar penutupan rute penerbangan Malaysia Airlines ke China selain Wuhan.
Berita Terkait
-
Dibanding 9 Wabah Mematikan Lain, Ini Kadar Bahaya Virus Corona
-
Cegah Virus Corona, Suhu Tubuh Warga Apartemen di Diperiksa
-
Harga Bawang Putih Naik Signifikan, Ibu Rumah Tangga Kurangi Pembelian
-
Wabah Virus Corona, Bebas Visa Warga China ke Indonesia Dicabut!
-
JK Bandingkan dengan China, Indonesia Sulit 10 Hari Bangun RS Corona
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi