Suara.com - Masyarakat Kebumen sempat digemparkan dengan kasus penipuan dengan modus perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan korban mencapai 200 an orang. Korban tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Para korban telah menyetor uang ke tersangka sebesar puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Tiga orang telah ditetapkan tersangka yakni AS (43) warga Prembun Kebumen, ES (66) warga Kelurahan Pasireurih Kecamatan Tamansari Bogor, dan RD (33) warga Jalan MT Haryono Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
Para tersangka ditangkap usai polisi mendapat laporan dari salah satu korban Yudi Suhendra (35) warga desa Prembun. Ia sempat dijanjikan tersangka akan menjadi PNS dari tahun 2016.
Tetapi hingga awal tahun 2020, ia belum juga diangkat menjadi PNS. Padahal ia sudah menyetorkan uang senilai Rp 150 juta kepada pelaku. Karena merasa tertipu, ia akhirnya melaporkan ke Polres Kebumen.
Penangkapan tiga tersangka itu bukan berarti pengungkapan kasus itu terhenti. Penyidik masih mengembangkan pengungkapan kasus itu karena ada potensi jumlah tersangka maupun korban akan bertambah.
Benar saja, dari hasil pengembangan, polisi kembali berhasil menangkap dua tersangka lagi, TA (51) warga Kelurahan Berua Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makasar dan AD (62) warga Desa Lohayong Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Mereka kini pun harus berurusan dengan hukum karena diduga menipu dengan modus dapat meloloskan para korbannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Unit Tipiter pimpinan Iptu Ghulam Yanuar Lutfi menetapkan keduanya sebagai tersangka sebagai hasil pengembangan tiga tersangka yang lebih dulu ditangkap.
Tetapi tersangka yang ditangkap kali ini sepertinya lebih spesial. Tersangka AD atau akrab disapa "Yang Mulia" adalah seorang purnawirawan PNS di Kabupaten Flores.
Baca Juga: Oknum PNS Curi Sepeda Demi Bayar Cicilan Mobil Toyota Innova
Buktinya, ia mendapatkan jatah uang paling banyak, yakni Rp 94 juta dari total sekitar Rp 150 juta yang disetorkan oleh para korbannya.
Modusnya ke dua tersangka adalah mendapatkan setoran dari tersangka yang sebelumnya melakukan perekrutan di wilayah Kebumen.
"Dua tersangka yang kita tangkap ini hasil pengembangan kasus sebelumnya. Data yang kami peroleh dari dua tersangka ini, sementara ada 605 korban," kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.
Kedua tersangka ditangkap di dua tempat berbeda. TA yang memenuhi panggilan Penyidik di Polres Kebumen selanjutnya ditahan pada Rabu (5/2). Adapun AD atau "Yang Mulia" ditangkap hari Rabu (12/2) di Jakarta.
Dari kedua tersangka ini, diperkirakan terdapat 605 korban di seluruh Indonesia. Modusnya sama, mereka dijanjikan akan diloloskan menjadi PNS.
Meski demikian, menurut Kapolres, polisi belum bisa memastikan berapa jumlah total keseluruhan korban dalam kasus ini.
"Jika digabungkan dengan korban yang pertama mencapai 800 an korban, bahkan bisa lebih," kata AKBP Rudy.
Kontributor : Khoirul
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI