Suara.com - Hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek hingga Selasa (25/2/2020) pagi menyebabkan banjir di Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini lebih parah dibanding banjir pada Minggu (23/2) dan Senin (24/2) kemarin.
Sejumlah wilayah di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur tergenang banjir. Tak cuma perumahan warga, kantor pemerintah hingga sekolah dilaporkan juga kebanjiran.
Tak hanya itu, akses listrik terpaksa juga dimatikan demi menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Ulfa, salah seorang PNS di kantor BMKG Pusat di Kemayoran, Jakarta Pusat mengatakan, kondisi kantor tempat dirinya bekerja pada Selasa pagi ini terendam banjir. Akses menuju kantor BMKG saat ini dalam kondisi tergenang. Bahkan sudah masuk area perkantoran.
"Kali ini parah, sebelumnya tidak kebanjiran itu kantor (BMKG)," kata Ulfa.
Hingga Selasa pagi pukul 06.30 hujan cukup lebat masih mengguyur wilayah Jakarta. Akibat kondisi itu, sejumlah sekolah dikabarkan memilih meliburkan siswanya karena banjir.
"Ini saya dapat kabar sekolah libur, karena banyak rumah guru dan siswa yang kebanjiran hari ini. Hari ini memang kondisinya lebih parah dari hari sebelumnya," ujar Irma salah seorang warga di Rawamangun, Jakarta Timur.
Tak hanya di Jakarta, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Jakarta Kembali Dilanda Banjir, KRL dari Bogor Hanya Sampai Manggarai
Pada Selasa pagi ini, SMP 23 Bekasi di Perumahan Jatikramat II dilaporkan kebanjiran hingga sepinggang orang dewasa.
Banjir juga disebut melanda kembali salah satu perumahan elit di Bekasi, Harapan Indah. Kawasan ini sebelumnya juga sempat dilanda banjir akibat hujan lebat.
Dari daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, sejumlah sekolah memilih meliburkan siswanya akibat sekolah yang kebanjiran. Beberapa di antaranya SMP Islam Dewan Dakwah. Pihak sekolah mengumumkan libur akibat banjir melalui jejaring WhatsApp wali murid pada Selasa pagi.
Berita Terkait
-
Jakarta Kembali Dilanda Banjir, KRL dari Bogor Hanya Sampai Manggarai
-
Selasa Pagi, Banjir Genangi Perumahan di Pasar Baru Jakarta Pusat
-
Pintu Air Karet Siaga 1 dan Manggarai Siaga 2, Waspada Jakarta Banjir Lagi
-
Sejak Dini Hari, Banjir Landa Jakarta dan Bekasi, Listrik Mati
-
Waspada, 12 Titik Sungai Jakarta Berpotensi Banjir karena Belum Normalisasi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?