Suara.com - Pemandangan mengharukan datang dari Xianyang, Tiongkok, saat seorang perawat untuk kasus corona mencium putranya lewat jendela yang terhalang kaca jendela.
Akun instagram resmi South China Morning Post (SCMP), menyatakan: "Perawat virus corona yang sibuk bertemu kembali dengan putranya yang baru berumur 1 tahun. Karena takut menulari putranya, perawat ini belum pulang selama 26 hari."
Perawat tersebut adalah Chen Ruixue yang berada di rumah sakit sejak 1 Februari 2020, tanpa pulang sekalipun.
"Dia tinggal di rumah sakit tempat dia bekerja di bangsal isolasi coronavirus di Xinyang, China," tulis SCMP
Ruixue akhirnya bertemu kembali dengan putranya yang berusia 1 tahun dan “menciumnya” melalui jendela, lengkap menggunakan masker.
Video tersebut kemudian menimbulkan berbagai komentar positif dari warganet, seperti:
"senangnya melihat berita postif seperti ini," tuis akun @ritamargarita_chill
"ibu yang penyayang, semoga kalian diberkati," tambah akun @yayanyenliana
Sejak virus corona mewabah, tenaga medis di Tiongkok sering kali mendapat sorotan karena harus terus menerus kerja ekstra.
Mengutip World of Buzz, staf medis di Tiongkok mengatakan bahwa mereka mengalami banyak masa sulit.
Baca Juga: 2 WNI Dinyatakan Positif, Berikut Cara Melindungi Diri dari Corona Covid-19
Tak sedikit perawat yang wajahnya terluka lantaran harus memakai masker terus menerus.
Tangan mereka juga muncul banyak ruam karena harus sering mencuci tangan setiap kali setelah menangani pasien atau berkontak dengan apapun.
Terkadang, petugas tidak akan makan atau minum dua jam sebelum memasuki bangsal isolasi untuk menghemat waktu.
Mulut staf perawat selalu melepuh dan ada kasus pingsan karena gula darah dan kadar oksigen rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam