Suara.com - Terkait penyebaran virus Corona alias Covid-19 yang menyebar di berbagai belahan dunia, para dokter malah heran dengan imunitas anak-anak terhadap wabah tersebut.
Seperti dialihbahasakan Suara.com dari Daily Mail, Selasa (3/3/2020), warga Australia diminta mengganti jabat tangan dengan tepukan di punggung.
Mereka juga diminta untuk berhati-hati mencium seseorang ketika jumlah kasus meningkat menjadi 33 orang--termasuk yang pertama melalui penularan dari manusia ke manusia.
Gara-gara kepanikan masyarakat, rak-rak pasar swalayan pun mulai kehabisan stok. Pemerintah Australia Selatan juga menerapkan UU yang memungkinkan polisi menangkap orang yang berisiko menyebarkan Covid-19.
Nah, di tengah kekhawatiran terkait epidemi yang meluas, otoritas kesehatan berusaha menyelidiki alasan anak-anak belum terserang gejala parah Covid-19.
Kepala petugas medis Australia Dr Brendan Murphy mengatakan hal itu sangat 'tidak biasa' jika dibandingkan dengan flu atau influenza.
"Kami tidak tahu apakah anak-anak mungkin terkena penyakit itu, tetapi [gejalanya] sangat ringan. Alhasil, mereka tidak merasakan atau tidak sakit, atau mereka entah bagaimana tidak rentan," kata dia.
Profesor Robert Booy dari Pusat Penelitian dan Pengawasan Imunisasi Nasional mengatakan anak-anak di luar negeri tampaknya cuma mengalami gejala ringan.
"Anak-anak yang tertular virus di luar negeri hanya memiliki gejala ringan seperti demam dan gejala pernapasan atas," kata dia seperti dilaporan ABC Australia.
Baca Juga: Wabah Corona Covid-19, 4 Pekan Mode Dunia Dibatalkan
"Nah pada orang dewasa, reaksinya sangat keras. Mungkin karena mungkin mereka telah melihat infeksi coronavirus sebelumnya dan itu membuat sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi secara tidak tepat dan berlebihan," ujar Robert Booy.
Sementara itu, sebagai langkah luar biasa, Perdana Menteri Australia Selatan Steven Marshall mengungkapkan pemerintahnya meminta polisi menahan mereka yang berisiko menyebarkan virus.
"Kami tahu orang-orang gelisah, dan saya meyakinkan orang-orang Australia Selatan bahwa Anda tidak diragukan lagi adalah prioritas kami," katanya.
Di bawah perubahan, pasien dapat diperintahkan oleh petugas untuk tetap di rumah sakit atau fasilitas karantina atau meminta mereka menjalani tes atau konseling.
Menteri Kesehatan Stephen Wade mengatakan sistem kesehatan disiapkan untuk skenario apa pun, tetapi pihak berwenang harus merencanakan yang terburuk.
"Kuncinya adalah memastikan bahwa ahli kesehatan masyarakat kami memiliki alat yang mereka butuhkan agar secara gesit dan proaktif mengendalikan setiap skenario wabah yang mungkin terjadi," katanya.
"Amandemen terbatas akan menyediakan kapasitas yang lebih besar untuk merespons dengan cepat dan mengandung risiko kesehatan masyarakat," ujar dia.
Berita Terkait
-
Wabah Corona Covid-19, 4 Pekan Mode Dunia Dibatalkan
-
Ridwan Kamil: Belum Ada Bukti Virus Corona Menyebar di Depok
-
Panic Buying! Ini Barang Paling Dicari Setelah Indonesia Positif Corona
-
Pantau Perkembangan Statistik Coronavirus dengan Peta Ini
-
Pengakuan Penjual Masker: Biasa Rp 20 Ribu Sekotak, Kini Jadi Rp 250 Ribu
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno