Suara.com - Pemerintah Indonesia mengumumkan dua kasus virus corona di Indonesia, keduanya merupakan warga Depok, Jawa Barat. Sebelum dinyatakan positif virus corona, kedua pasien sempat dijenguk oleh para tetangga.
Kedua pasien merupakan ibu berusia 64 tahun dan anak perempuannya berusia 31 tahun.
Awalnya, sang ibu didiagnosis sakit tipus sementara sang anak didiagnosa bronchopneunomia dan sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Depok sebelum dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.
Salah seorang warga sekitar, Anis Hidayah melalui akun Facebook miliknya mengakui ada beberapa tetangga yang sempat menjenguk ibu dan anak itu di rumah sakit.
Mereka tak mengetahui bila keduanya ternyata keduanya kini divonis terjangkit virus corona.
"Kami tahu bahwa dua tetangga kami memang sedang sakit typus dan beberapa warga sudah menjenguknya di RS," kata Anis seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/3/2020).
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care ini mengatakan kegiatan menjenguk warga yang sakit merupakan tradisi yang biasa dilakukan di komplek perumahannya.
Hubungan antar tetangga begitu akrab dan dekat, tidak seperti klaim yang disampaikan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris yang menyebut warga perumahan tak mengenal satu sama lain.
Ibu dan anak yang dinyatakan positif corona juga aktif di lingkungan masyarakat. Ia juga sering bergabung dalam kelompok arisan hingga mengikuti kegiatan bertanam organik.
Baca Juga: Virus Corona Masuk Jakarta, DPRD DKI Minta Anies Batalkan Formula E
Saat tetangga menjenguk, pasien mengaku kondisinya telah membaik. Ia juga sempat memberikan kabar bahwa tak lama lagi sudah bisa keluar dari rumah sakit dan meminta tetangga lainnya tak perlu menjenguk.
"Rencananya ibu-ibu perumahan akan menjenguk pada hari Minggu sore. Beliau sudah mulai membaik, katanya Minggu udah pulang, jadi nggak usah di besuk katanya," ungkapnya.
Tetangga Jalani Tes Corona
Setelah ibu dan anak itu diumumkan terjangkit virus corona, para tetangga pasien mulai dilanda kekhawatiran. Terlebih mereka yang pernah berinteraksi langsung dan menjenguk pasien saat sakit.
Pada Senin (2/3/2020) sore, petugas kesehatan dari Puskesmas didampingi lurah dan Camat Sukmajaya datang ke perumahan.
Mereka langsung melakukan pemeriksaan terhadap warga yang sempat menjenguk kedua pasien.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Depok Kena Corona, Perumahan Studio Alam Disemprot Cairan Disinfektan
-
Ridwan Kamil: Belum Ada Bukti Virus Corona Menyebar di Depok
-
Guru Besar Unair Sarankan Jokowi Bentuk Komnas Corona
-
Antisipasi Virus Corona, WHO: Masker Hanya untuk Orang Sakit
-
Hits Pagi: Corona di Indonesia, Kenali Gejala & Cara Cegah Penularannya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun