Suara.com - Sebanyak 12 anak buah kapal yang membawa warga negara Singapura positif virus corona Covid-19 dari Singapura ke Batam, pulang dan pergi, dikarantina di dua kapal.
Dua belas ABK tersebut dikarantina untuk mengantisipasi penularan virus corona ke daerah Batam, Kepulauan Riau.
"Kalau ABK sudah semua, 12 orang," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam Achmad Farchanny di Batam, Selasa (3/3/2020).
Sebanyak 12 ABK itu dikarantina di dua kapal yang bersandar di salah satu pelabuhan di Batam.
Pihak perusahaan yang menyiapkan dua kapal yang diisi masing-masing enam orang ABK.
"Mereka sendiri yang memilih tempat observasi. Monggo," kata dia.
Yang terpenting, katanya, aksesibilitas petugas tidak terhambat dalam melakukan kontrol terhadap para ABK itu.
"Dan mereka nyaman," lanjut dia.
Menurut Farchanny, yang penting juga, prinsip karantina dilakukan dengan benar, yaitu tidak ada kontak dengan orang lain selama masa observasi.
Baca Juga: 2 Warga Batam Anak Buah WN Singapura yang Kena Corona Kini Dikarantina
Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam juga sudah mengambil sampel swab masing-masing ABK untuk diperiksa di laboratorium, demi memastikan semuanya bebas dari Covid-19.
Selain ABK, katanya, rencananya KKP juga akan mengarantina WNI yang melakukan kontak dekat dengan warga negara Singapura pasien positif Covid-19.
Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan tabulasi penumpang WNI dan WNA.
"WNI baru beberapa yang sudah bisa kami hubungi," kata dia.
Ia mengatakan ingin agar proses karantina penumpang WNI itu berlangsung lancar dan wajar tanpa menimbulkan kepanikan.
Sementara untuk penumpang WNA, ia mengatakan akan mengirimkan notifikasi kepada Kementerian Kesehatan untuk disampaikan kepada Pemerintah Singapura, agar ditindaklanjuti.
Tag
Berita Terkait
-
Besok, Semua Pegawai KPK dan Terperiksa Akan Diperiksa Suhu Tubuhnya
-
Kemenkes Pantau 48 Orang yang Kontak Langsung dengan 2 Pasien Virus Corona
-
Dicari! Satu Driver Ojol yang Kontak Langsung dengan Pasien Virus Corona
-
Jurnalis: Setop Hoaks, Perbaiki Komunikasi soal Risiko Wabah Covid-19
-
MUI Tanggapi Virus Corona Masuk Indonesia: Bisa Jadi Peringatan dari Allah
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia