Suara.com - Politikus dari Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyindir kebijakan pemerintah kota Jakarta yang bakal tetap menggelar ajang balapan Formula E pada bulan Juni mendatang di tengah krisis virus corona.
Melalui akun Twitter-nya @FerdinandHaean2, politisi yang pernah menjadi juru bicara pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi pada 2019 itu menyebut pemerintah terlalu ngotot mengadakan ajang balapan tersebut di tengah merebaknya wabah virus corona baru atau COVID-19.
"Di Indonesia, ada yang ngotot gelar E Formula yang pesertanya ada dari negara yang kasus corona-nya cukup besar," tulis Ferdinand via akun Twitter-nya.
Ia membandingkan keputusan tersebut dengan negara Italia yang mengarantina 16 juta orang dan membatalkan ajang Formula E untuk mencegah penularan COVID-19.
"Italia menutup tempat-tempat umum, mengkarantina sekitar 16 juta jiwa dari 14 provinsi, membatalkan Formula E di bulan April 2020. Ini tindakan yang benar untuk menekan penyebaran corona."
Penularan virus corona di Italia hingga saat ini terbilang sangat tinggi. Dikutip dari Daily Mail, sebanyak 7.375 orang dilaporkan telah terinfeksi virus tersebut. Sementara, korban jiwa yang meninggal hingga saat ini mencapai 400 orang. Kabar terbaru dari The Libyan Address Journal, Kepala Militer Italia dilaporkan positif terjangkit virus corona. Informasi itu diumumkan pada hari Minggu (8/3/2020).
Ini mengubah posisi Italia menjadi negara dengan kasus virus corona tertinggi kedua setelah China, menggeser Korea Selatan. Tak heran jika pemerintah negara tersebut menutup total seluruh museum, bioskop, teater dan membatalkan acara-acara yang melibatkan banyak orang di satu tempat guna menekan penyebaran virus corona.
Sementara itu, di Indonesia, hingga saat ini ada enam kasus yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.
Baca Juga: Prediksi Cuaca 9 Maret 2020: Langit Surabaya Cerah Malam Nanti
Berita Terkait
-
Anies Blak-blakan Dugaan Kriminalisasi: 19 Kali Gelar Perkara Formula E, Ada yang Datang Minta Maaf
-
Anies Baswedan Sorot Penegakan Hukum: Tom Lembong Korban Kriminalisasi, Saya Alami Sendiri!
-
Ferdinand PDIP Olok-olok Logo Baru PSI: Gajah Itu Gemuk, Lemot, Bisa Diseruduk Banteng!
-
Blak-blakan Sindir Kadernya Penjilat, Ferdinand PDIP Tertawai Logo Baru PSI: Benar-benar Kocak!
-
Ferdinand Hutahaean: Logika Aneh Kasus Ijazah, Buktikan Dulu Aslinya Baru Bicara Tersangka
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih