Suara.com - Badan Nasional Pencegahan Terorisme menemukan pegawai-pegawai yang memiliki paham radikalisme agama di sejumlah BUMN.
Untuk mencegah perluasan paham radikalisme di antara pegawai perusahaan pelat merah tersebut, BNPT membuat dan membagikan buku panduan pencegahan radikalisme.
Kepala BNPT Suhardi Alius menjelaskan, buku tersebut akan diberikan kepada manajemen sumber daya manusia atau Human Resources Development (HRD) masing-masing perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta.
Dalam buku itu, kata Suhardi, akan ada panduan bagaimana untuk mencegah ataupun memperlakukan bagi pegawai yang terindikasi memiliki paham radikalisme.
"Sehingga kami bisa reduksi, kita (bisa) hilangkan (pemikiran itu) sehingga betul fokus untuk kepentingan bangsa dan negara untuk membangun negeri ini," kata Suhardi saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).
Suhardi mengaku tanda-tanda ada yang memahami radikalisme itu sudah terdeteksi di sejumlah perusahaan BUMN.
Ada yang memang pemahamannya masih rendah ataupun sudah tinggi. Kata dia, temuan BNPT itu tidak perlu dipublikasi namun yang terpenting ialah bagaimana pihaknya menjalankan tugas untuk memperkecil pemahaman radikalisme tersebut.
"Iya (ada bibit-bibitnya), kita sudah melihat ya tebal tipisnya beda-beda. Nah sekarang tugas kita adalah mereduksi bukan berarti harus mengelaborasi, merilis, enggak usah. Tugasnya ada kita mereduksi itu supaya semua kembali kepada jalan yang benar," ujarnya.
Di lain sisi, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuturkan bahwa peluncuran buku tersebut menjadi salah satu cara pemerintah serius memerangi terorisme yang bersumber dari paham radikalisme.
Baca Juga: Tiga WNI di Singapura Kirim Uang Untuk Teroris, Ini Respons BNPT
"Nah pencegahan, di sini ada kata pencegahan tentu kan ada kata penindakan kemudian ada kata penyelesaian itu deradikalisasinya nanti.”
Berita Terkait
-
Tiga WNI di Singapura Kirim Uang Untuk Teroris, Ini Respons BNPT
-
Rencana Pemulangan Anak-anak WNI Eks ISIS, BNPT: Kita Belum Punya Akses
-
Tiga WNI Dihukum Otoritas Singapura, BNPT Imbau Hati-hati Berdonasi
-
Sebut Ideologi WNI Eks ISIS Berbeda, Ngabalin: Hanya Allah yang Bisa Ubah
-
Masuk ke Suriah dan Bawa 600 WNI eks ISIS Pulang Bukan Perkara Mudah
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat
-
Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo