Suara.com - Kepala bidang komunikasi kantor Kepresidenan Brasil, Fabio Wajngarten, pada Kamis (12/3/2020) telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19, padahal ia baru saja kembali dari Amerika Serikat dan sempat berfoto bareng Presiden Donald Trump.
Pemerintah Brazil mengumumkan bahwa setelah menjalani dua kali tes, Wajngarten yang pada pekan lalu menemani Presiden Jair Bolsonaro ke Florida, AS, dipastikan terjangkit virus mematikan dari Wuhan, China tersebut.
Belum diketahui dari mana Wajngarten terjangkit virus tersebut, tetapi Pemerintah Brasil mengatakan pihaknya telah menginformasikan perkembangan terbaru itu ke Gedung Putih.
Wajngarten diketahui mengikuti lawatan kenegaraan Jair Bolsonaro ke AS pada Sabtu - Selasa kemarin. Dalam beberapa foto dan rekaman video yang ditayangkan media, ia terlihat beberapa kali berfoto berdamping-dampingan dengan Trump.
Trump sendiri sebelumnya sudah dirumorkan terjangkit virus corona, meski hal ini sudah dibantah oleh pemerintah AS. Meski demikian Gedung Putih mengatakan presiden berusia 73 tahun itu sama sekali belum menjalani tes kesehatan untuk mengecek infeksi virus corona.
Pada akhir Februari kemarin Trump diketahui menghadiri sebuah konferensi kelompok konservatif di Washington. Belakangan diketahui bahwa beberapa peserta acara itu positif mengidap virus corona Covid-19.
Dua anggota kongres AS dari Partai Republik yang mendukung Trump telah melakukan swakarantina setelah diberitahu keduanya berada dekat pengidap Covid-19 di acara tersebut.
Doug Collins, salah satu dari dua anggota kongres itu, diketahui sempat berjabat tangan dengan Trump usai acara tersebut. Sementara Matt Gaetz, anggota kongres yang lain, bahkan naik satu mobil dengan Trump dan ikut terbang bersama Air Force One setelah acara berlangsung.
Hingga Kamis, lebih dari 1000 orang terinfeksi virus corona Covid-19 di AS dan lebih dari 33 orang meninggal karena wabah tersebut. WHO, organisasi kesehatan dunia, pada Rabu mengumumkan bahwa penyebaran virus corona sudah berstatus pandemik. [Reuters/CNN]
Baca Juga: Jubir Pemerintah Penanggulangan Virus Corona: Tidak Ada Opsi Lockdown
Berita Terkait
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela
-
Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
-
15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito
-
Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah
-
USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas
-
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
-
Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela