- Benjamin Netanyahu menyatakan perang belum usai karena Iran masih memiliki uranium yang harus segera diambil dan dibongkar.
- Netanyahu berencana mengurangi ketergantungan bantuan militer Amerika Serikat secara bertahap kepada Israel dalam sepuluh tahun ke depan.
- Pemerintah Israel menargetkan penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi serta menghentikan pengembangan rudal balistik milik Teheran.
Suara.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan perang melawan Iran belum dapat dianggap selesai selama stok uranium masih dimiliki oleh Teheran.
Dalam wawancara program 60 Minutes yang ditayangkan CBS News, Netanyahu mengatakan ancaman nuklir Iran belum benar-benar hilang meski serangan besar telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
“Perang ini belum selesai karena masih ada bahan nuklir berupa uranium diperkaya yang harus dikeluarkan dari Iran. Fasilitas pengayaan uranium itu juga harus dibongkar,” ujar Netanyahu dilansir dari AFP.
Saat ditanya bagaimana proses pengambilan uranium tersebut akan dilakukan, Netanyahu menjawab singkat. “Masuk dan ambil saja,” katanya.
Pernyataan Netanyahu itu dinilai sedikit berbeda dengan sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut program nuklir Iran sudah berada dalam kendali.
Trump, yang kini menghadapi tekanan politik dalam negeri untuk mengakhiri konflik, mengatakan Iran telah kalah secara militer.
Trump bahkan mengklaim uranium Iran dapat diambil kapan saja karena lokasi penyimpanannya berada dalam pengawasan ketat Amerika Serikat.
Trump juga memperingatkan bahwa militer AS siap menghancurkan lokasi tersebut jika ada pihak yang mencoba mendekatinya.
Selain membahas program nuklir Iran, Netanyahu turut menyinggung bantuan militer Amerika Serikat kepada Israel yang saat ini mencapai 3,8 miliar dolar AS per tahun atau sekitar Rp17,9 triliun.
Baca Juga: Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak
Menurut Netanyahu, Israel perlu mulai mengurangi ketergantungan terhadap bantuan militer dari Pentagon secara bertahap dalam satu dekade mendatang.
“Saya pikir sudah waktunya kita mulai mengurangi ketergantungan pada dukungan militer dari Pentagon. Mari mulai sekarang dan jalankan proses itu dalam 10 tahun ke depan,” ujarnya.
Netanyahu juga menegaskan masih ada sejumlah target perang yang belum tercapai.
Di antaranya adalah penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah serta pengembangan rudal balistik Teheran.
Netanyahu turut menuding China membantu Iran dengan memasok komponen tertentu untuk produksi rudal.
Pernyataan itu kembali menambah ketegangan geopolitik di tengah konflik yang terus memanas.
Berita Terkait
-
Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Gas Jerman, Ancaman Krisis Energi Menghantui Warga Eropa
-
Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak
-
Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China