Suara.com - Sebelum corona, China sempat terkena African Swine Fever atau Demam Babi Afrika. Virus itu menyebabkan kematian besar-besaran pada populasi babi.
Melansir dari Reuters, Demam Babi Afrika ditemukan menginfeksi pada babi dan telah membuat jutaan babi mati. Demam Babi Afrika ini pertama ditemukan di China pada Agustus 2018, telah menewaskan setengah dari seluruh populasi babi di negeri itu.
Sayangnya, virus itu kembali ditemukan pada Kamis (12/3/2020). Kementerian Pertanian China menemukan kasus baru terkait Demam Babi Afrika di sebuah truk ilegal.
Kasus baru wabah ini ditemukan di Leshan, Sichuan di sebuah truk yang mengangkut 111 babi. Pada truk ilegal itu, setidaknya ada 7 babi yang ditemukan sudah mati.
Dalam kasus ini, pemeritah China terlalu tertutup untuk mengumumkannya sebagai epidemi.
Padahal, laporan Reuters menyatakan bahwa virus itu membuat lebih dari seperempat babi di dunia hilang dari pasaran. Menyebabkan harga daging babi melonjak secara global.
Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China mengatakan kepada Reuters bahwa China telah berulang kali mengomunikasikan pentingnya pelaporan wabah Demam Babi Afrika. Namun, saat mewawancarai para peternak mereka mengaku tidak diberi tahu apa-apa oleh pemerintah.
Pola penanganan virus Demam Babi Afrika dianggap cukup mirip dengan penanganan corona pada awal virus itu mewabah.
Dikutip dari Reuters, otoritas China cenderung bereaksi meyakinkan publik bahwa semuanya baik-baik saja. Kematian pertama corona pada 9 Januari 2020 di Wuhan pun disebut sebagai sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan.
Baca Juga: Kompetisi NBA Dihentikan, Vince Carter Pensiun Lebih Awal?
Pada hari-hari berikutnya, pihak berwenang China juga mengatakan bahwa virus itu di bawah kendali dan tidak akan menular secara luas.
Baik corona maupun Demam Babi Afrika, keduanya memang sama-sama muncul dari China. Namun keduanya juga tidak memiliki hubungan satu sama lain.
Hewan penyebab COVID-19 belum ditentukan secara resmi, namun sudah diyakini berinduk di kelelawar, bukan babi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Prabowo di Mujahadah Kubro NU: Pemimpin Tak Boleh Dengki dan Cari-cari Kesalahan Orang Lain
-
Kampung Haji Segera Hadir, Prabowo Tekadkan Niat Tingkatkan Pelayanan dan Turunkan Biaya
-
Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
-
KPK Hattrick Gelar OTT, Yudi Purnomo: Bukti Gaji Besar Tak Cukup Bendung Kerakusan Koruptor
-
Silsilah Jeffrey Epstein, Keluarganya dari Yahudi Terpandang
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena