Suara.com - Beberapa negara Afrika pada Minggu (15/3/2020) mulai menutup perbatasan, membatalkan penerbangan dan memberlakukan persyaratan masuk dan karantina yang ketat untuk menahan penyebaran virus corona jenis baru, COVID-19.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan bencana nasional dan memperingatkan wabah itu memberikan dampak kepada perekonomian negara-negara berkembang di benua Afrika terutama yang sudah dalam kondisi resesi.
Langkah-langkah yang harus diambil oleh negara-negara Afrika termasuk melarang perjalanan ke dan dari negara-negara seperti Italia, Jerman, China dan Amerika Serikat.
"Setiap warga negara asing yang telah mengunjungi negara-negara berisiko tinggi virus corona dalam 20 hari terakhir akan ditolak visanya," katanya, seraya menambahkan bahwa orang Afrika Selatan yang mengunjungi negara-negara itu diharuskan menjalani tes dan karantina ketika kembali ke rumah.
Afrika Selatan, yang telah mencatat 61 kasus, juga akan melarang pertemuan lebih dari 100 orang, kata Ramaphosa.
Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengatakan pemerintahnya menangguhkan perjalanan dari negara mana pun dengan yang melaporkan kasus COVID-19.
"Hanya warga negara Kenya, dan orang asing yang memiliki izin tinggal yang sah akan diizinkan masuk, asalkan mereka melanjutkan untuk melakukan karantina sendiri," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
Larangan itu mulai berlaku dalam waktu 48 jam dan tetap berlaku setidaknya selama 30 hari, katanya.
Sekolah-sekolah harus segera ditutup dan universitas pada akhir pekan, tambahnya. Warga akan didorong untuk melakukan transaksi tanpa uang tunai untuk mengurangi risiko penanganan uang yang terkontaminasi.
Baca Juga: Aljazair Konfirmasi Kasus Corona Covid-19, WHO Minta Negara Afrika Siaga
Kenya dan Ethiopia sekarang masing-masing telah mencatat tiga dan empat kasus, kata pihak berwenang di masing-masing negara pada hari Minggu, dua hari setelah mereka melaporkan kasus pertama.
Sementara itu, mulai hari Selasa, Ghana akan melarang masuk siapa pun yang pernah berkunjung ke negara dengan lebih dari 200 kasus virus corona dalam 14 hari terakhir, kecuali mereka adalah penduduk resmi atau warga negara Ghana. Ghana telah mencatat enam kasus.
Presiden Nana Akufo-Addo mengatakan dalam pidato Minggu malam yang disiarkan televisi bahwa universitas dan sekolah akan ditutup mulai Senin hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pertemuan publik akan dilarang selama empat minggu, katanya.
Pemakaman pribadi boleh dihadiri kurang dari 25 orang.
Di Afrika bagian selatan, Namibia memerintahkan sekolah untuk tutup selama sebulan setelah melaporkan dua kasus pertamanya pada hari Sabtu.
Selain itu, Djibouti, yang tidak memiliki kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, menangguhkan semua penerbangan internasional. Tanzania, yang juga belum memiliki kasus, membatalkan penerbangan ke India dan menangguhkan aktivitas sekolah.
Negara-negara lain juga telah menutup sekolah, membatalkan festival keagamaan dan acara olahraga untuk meminimalkan risiko penularan. Sekitar 156.500 orang di seluruh dunia telah terinfeksi dan hampir 6.000 orang meninggal.
Sumber: Antara/Reuters
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga