Suara.com - Dokter spesialis paru, dr. Handoko Gunawan kisahnya mendadak heboh dan viral di media sosial. Ia diketahui menjadi salah satu garda terdepan yang aktif menangani pasien positif virus corona atau Covid-19 meski usianya sudah 80 tahun. Kekinian, dokter Handoko tengah dirawat.
Kabar dirawatnya Handoko disampaikan melaui cuitan oleh akun Twitter @MurtadhaOne1 pasa Selasa (17/3) sekitar pukul 21.16 WIB. Sebelumnya pada sore hari, akun tersebut juga sempat membagikan kisah mengenai perjuangan Handoko dalam menangani pasien positif corona.
Dalam cuitannya, akun @MurtadhaOne1 turut mengunggah gambar berupa tangkapan layar salah satu WhatsApp grup bernama ToMas + Management CJ, yang menginfokan bahwa dokter Handoko sedang dirawat.
"Mohon bantu doa. Beliau sdg dirawat skrng (info dari grup alumni 5 mnt yll)). Beliau dosen kami," tulis salah satu anggota di grup tersebut.
Sementara itu akun @MurtadhaOne1 kembali menuliskan informasi yang sama berdasarkan tangakapan layar WAG yang ia unggah.
"Dapat kabar bahwa malam ini Handoko Gunawan sakit. Mari sama-sama kita doakan beliau agar cepat kembali sehat," tulisnya.
Suara.com mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto. Agus pun membenarkan bahwa Handoko memang tengah dirawat.
"Iya," kata Agus kepada Suara.com, Rabu (18/3/2020).
Namun, Agus belum mengungkapkan apa yang menyebabkan dokter Handoko dirawat. Apakah karena kelelahan usai menangani pasien atau ada penyebab lainnya.
Baca Juga: Hari Ini Malaysia Lockdown karena Corona, Begini Suasana di Kuala Lumpur
"Masih evaluasi," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan cuitan @MurtadhaOne1, diketahui Handoko merupakan salah satu dokter spesialis paru di RS Grha Kedoya. Ia yang berusia 80 tahun tetap memilih untuk menangani pasien, meski sudah diingatkan oleh keluarga.
"Salah satu dokter yg handle covid19, dokter Handoko Gunawan ahli paru di Graha Kedoya usia sdh mendekati 80. Anak anaknya udah saranin jgn ikut terjun krn sudah tua. Jawab beliau: "Kalau sy mati jg gpp, tua, masih bisa melakukan hal yg berguna bagi org banyak," tulis akun @MurtadhaOne1.
Berita Terkait
-
IHSG Anjlok, Pagi Ini di Zona Merah di Level 4.419,87
-
Hari Ini Malaysia Lockdown karena Corona, Begini Suasana di Kuala Lumpur
-
Arie Untung : Ada yang Lebih Berbahaya dari Corona!
-
2 Orang Suspect, Anggota DPRD DKI Diperiksa Virus Corona Siang Ini
-
Update Corona Covid-19: Pasien Sembuh 82.763, Meninggal Dunia 7.980 Orang
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia
-
Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia