Suara.com - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Mandjaitan memberikan semangat kepada tim medis yang menangani pasien virus corona Covid-19. Ia menyebut para tim medis sebagai pahlawan NKRI.
Hal itu disampaikan oleh Luhut melalui akun Twitter resmi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi @kemenkomarves.
Ia menilai, orang-orang yang berada di garda terdepan dalam penanganan corona lebih hebat dari tentara yang berperang.
"Menurut saya Anda orang hebat, Anda mungkin lebih hebat dari kami yang pernah bertempur di lapangan," kata Luhut seperti dikutip Suara.com, Kamis (19/3/2020).
Luhut meminta agar tim medis tidak mersa sendiri dalam memerangi virus yang bersumber dari Wuhan, China itu.
Sebab, ia sebagai bagian dari pemerintah juga sedang berusaha memberikan bantuan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona.
Saat ini, pemerintah sedang terus melakukan upaya untuk memenuhi berbagai alat yang dibutuhkan dalam penanganan virus corona.
Luhut menyebut para tim medis sebagai pahlawan bagi NKRI. Sebab, mereka sudah bertaruh nyawa demi menyelamatkan nyawa masyarakat demi negara tercinta.
"Anda adalah pahlawan bagi NKRI. Jangan pernah merasa bahwa anda sendirian, anda bersama-sama kami, kami mendoakan juga memberikan bantuan pada anda," ungkap Luhut.
Baca Juga: Korban Meninggal Positif Virus Corona RI 25 Orang, 309 Terinfeksi
Dari data terbaru pasien terinfeksi virus corona per Kamis sore berjumlah 309 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 82 orang dari hari sebelumnya.
Selain itu, kasus kematian akibat virus tersebut melonjak menjadi 25 orang. Artinya, angka tersebut bertambah 6 kasus dari jumlah 19 korban meninggal dunia merujuk data Rabu (18/3/2020) kemarin.
DKI Jakarta menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi dengan jumlah 17 orang meninggal dunia. Selanjutnya, Jawa Tengah berada di urutan kedua dengan jumlah 3 pasien meninggal dunia.
Berikut data sebaran pasien terinfeksi virus corona di Indonesia
- Jakarta: 210
- Banten: 27
- Jabar: 26
- Jateng: 12
- Jatim: 9
- DIY: 5
- Kepri: 3
- Kaltim: 3
- Sultra: 3
- Kalbar: 2
- Riau: 2
- Sulsel: 2
- Sumut: 2
- Bali: 1
- Lampung: 1
- Sulut: 1
Berita Terkait
-
AJI Desak Pemerintah Transparan soal Informasi Covid-19
-
Pernah Didatangi 3 Orang Positif Corona, 17 Rumah di Solo Diisolasi
-
2.000 Kamar Wisma Atlet Kemayoran Siap Tampung Pasien Virus Corona
-
Jokowi Minta Rapid Test Corona Segera Didatangkan, Orang Ini Akan Dicek
-
Korban Meninggal Positif Virus Corona RI 25 Orang, 309 Terinfeksi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas
-
Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan
-
Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK
-
Guyon Prabowo Usai Bilang Endasmu di Depan Petani: Nanti Gue Dihajar Lagi, Emang Gue Pikirin!
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes