Suara.com - Sebanyak 286 petugas dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat membersihkan berbagai fasilitas di empat Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di wilayah administasi Jakarta Pusat termasuk menyemprot cairan disinfektan guna mengantisipasi potensi penyebaran COVID-19.
"Petugas terdiri dari operasi pelayanan, pemakaman, pemeliharaan, gali tutup, pamdal, sopir, dan sapras. Sudah sejak kemarin melakukan aksi pencucian fasilitas yang ada di TPU dan disemprotkan cairan disinfektan," kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda saat dihubungi, Jumat (20/3/2020).
Empat TPU yang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan adalah TPU Karet Bivak, TPU Petamburan, TPU Kawi - Kawi, dan TPU Pasar Baru Barat.
Para petugas yang tergabung dalam operasi bersih- bersih TPU ini diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan dan masker untuk kegiatan pembersihan itu.
Tidak hanya penyemprotan disinfektan, para petugas juga menyikat lantai dan bangku untuk tempat tunggu pengunjung di TPU- TPU menggunakan karbol.
Selain pembersihan fasilitas untuk mencegah potensi penyebaran virus asal Wuhan itu, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat melakukan pembatasan kunjungan peziarah dan mengimbau "social distancing" bagi peziarah yang datang ke TPU- TPU.
"Jam operasional masih sama, jam 07.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB. Peziarah juga kami batasi untuk bisa masuk," ujar Mila.
Hingga saat ini tercatat beberapa tempat yang sering dikunjungi banyak orang ditutup dan dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu seperti tempat- tempat dan kegiatan 'Car Free Day' untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Khusus di wilayah DKI Jakarta, hingga Kamis (19/3) sore pukul 18.00 WIB tercatat sebanyak 211 orang diketahui positif COVID-19.
Baca Juga: Hukum Salat Jumat saat Wabah Virus Corona Menurut PBNU
Tag
Berita Terkait
-
Mikel Arteta Membaik, Arsenal Buka Kembali Pusat Pelatihan Tim
-
Hari Ini Kebijakan Bebas Visa Masuk Indonesia Ditangguhkan 1 Bulan
-
12 WNI di Malaysia Peserta Tablig Akbar Positif Virus Corona
-
Rizieq Larang Salat di Masjid: Bukan Takut Corona, Kita Tawakal ke Allah
-
Perlihatkan Bandara Zurich yang Sepi, Krisdayanti: Cuma Kita Aja!
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran