Suara.com - Influencer sekaligus lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih akrab dipanggil dr. Tirta mengaku sempat diberi tawaran beasiswa oleh dosen yang kini berstatus positif virus corona (COVID-19).
Ia memberikan dukungan kepada dosennya yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit karena menderita penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu.
Dukungan tersebut disampaikan dr. Tirta saat berbincang-bincang dengan Deddy Corbuzier dalam video podcast. Video tersebut diunggah ke YouTube pada Jumat (20/3/2020).
"Aku terakhir praktek tahun 2018. Aku alumni FK UGM. Pada waktu itu, aku dilema mau di-beasiswa-in sama dosenku, Prof Iwan," ucap dr. Tirta.
"Shout-out prof, yang sekarang lagi di ICU di Jogja. Beliau dirujuk ke Jakarta karena ketularan corona," imbuhnya.
Mendengar cerita dr. Tirta, Deddy mengaku sempat mendengar berita tersebut. Tirta menjelaskan bahwa karena Prof Iwan juga lah, ia terjun kembali untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait virus corona.
"Iya, aku memberikan info di sini kenapa aku terjun lagi memberikan edukasi, terjun lagi jadi agen preventif," ucap Tirta.
Ia melanjutkan, "Prof Iwan itu ketika aku lulus S1, dia mau memberikan beasiswa ke Belanda dan Jerman lewat dr. Jarir. Aku tolak karena aku waktu itu lebih pengen ke IGD. Kerja di IGD."
Alasannya menolak tawaran beasiswa dari Prof Iwan karena belum siap untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.
Baca Juga: Jubir COVID-19: Total Ada 17 Orang Sembuh dari Virus Corona
"Belum siap pada waktu itu untuk keluar negeri, S2. Karena penelitianku saat itu tentang obat-obatan dan kopi. Saat itulah, aku memutuskan kerja di Puskesmas Turi, Jogja. Terus aku kerja di rumah sakit UGM," ungkapnya.
Sejak bekerja di rumah sakit, Tirta banyak belajar tentang komunikasi. Sehingga, ia menjadi influencer seperti sekarang.
Tirta menjelaskan seluruh dokter sekarang ini perhatiannya tersedot di semua IGD rumah sakit di berbagai daerah.
"Terutama Jakarta, Jogja, Bandung, Surabaya, Solo juga. Dan mereka lagi habis-habisan, fisiknya terkuras," ujarnya.
"Elu sendiri diminta balik (rumah sakit) enggak?" tanya Deddy.
"Jujur iya, banyak. Tapi tadi gua bilang. Kalau gua balik, harus tiga bulan pembiasaan lagi di IGD, harus ikut prosedur, menunjukkan SIP lagi, sampai tiga bulan. Agen kuratif, penyembuhnya sudah dilakukan oleh teman gua," jawabnya.
Berita Terkait
-
Dokter Kritik Kontennya Soal Corona Bawa-bawa Agama, Deddy Corbuzier Murka!
-
Guru Besar UGM Positif Corona dan 4 Berita SuaraJogja Paling Banyak Dibaca
-
Guru Besar Positif Corona, Ini Langkah UGM Putus Rantai Penyebaran
-
Guru Besar UGM Positif COVID-19, Rekan yang Sempat Kontak Diminta Screening
-
Deddy Corbuzier Gebrak Meja di Depan Jubir Pemerintah untuk Corona
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau