Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pengunaan frasa physical distancing yang artinya menjaga jarak fisik ketimbang social distancing yakni menjaga jarak sosial.
Seprti dikutip Antara dari Reuters, WHO mengubah frasa untuk merekomendasikan jarak fisik ketimbang jarak sosial buat mendorong masyarakat supaya tetap terhubung melalui media sosial.
Menurut WHO, gagasan itu untuk menjernihkan pemahaman perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus Corona alias Covid-19.
Saat ini, imbuh WHO, bukan soal memutuskan kontak dengan teman dan keluarga, tapi menjaga jarak untuk memastikan penyakit tak menyebar.
Karena itu, WHO menjelaskan langkah menjaga jarak fisik dan mengkarantina diri bila sakit memang baik untuk menahan penyebaran Covid-19, namun bukan berarti membuat orang-orang terisolasi secara sosial.
Masyarakat tetap perlu melakukan interaksi social, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial.
Apa itu social distancing?
Selama pandemi corona ini, istilah social distancing menjadi begitu populer. Social distancing atau jarak sosial mengacu pada tindakan yang diambil untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.
Untuk seorang individu, ini mengacu pada menjaga jarak 6 kaki atau lebih antara Anda dan orang lain untuk menghindari infeksi atau menulari orang lain, demikian dilansir dari Health.harvard.edu.
Baca Juga: KRL Sesak Penumpang, Warganet: Gimana Mau Social Distancing?
Penutupan sekolah, arahan untuk bekerja dari rumah, penutupan perpustakaan, dan membatalkan pertemuan dan acara yang lebih besar membantu menegakkan social distancing di tingkat masyarakat.
Memperlambat laju dan jumlah infeksi virus corona lewat social distancing sangat penting agar tidak membebani rumah sakit. Di mana dapat menyebabkan sejumlah besar pasien yang sakit kritis tidak menerima perawatan yang menyelamatkan jiwa.
Proyeksi yang sangat realistis menunjukkan bahwa apabila kita tidak menerapkan social distancing yang ketat setiap harinya, rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan kita tidak akan mampu menangani kemungkinan lonjakan pasien.
Maka dari itu bisa dilihat sangat penting bagi semua orang untuk mulai melakukan social distancing secara intensif. Sebisa mungkin, batasi kontak dengan orang di luar keluarga Anda.
Jika Anda perlu mendapatkan makanan, obat-obatan atau perawatan kesehatan, cobalah untuk memberi jarak setidaknya enam kaki dari orang lain.
Kemudian cuci tangan Anda dengan seksama usai bepergian dan hindari memegang wajah dan mulut Anda sepanjang perjalanan. Persiapkan makanan Anda sendiri daripada pergi ke restoran atau bahkan makan siang.
Berikut adalah beberapa hal lain yang harus dihindari: teman bermain, pesta, menginap, memiliki teman atau keluarga untuk makan atau berkunjung, dan pergi ke kedai kopi.
Pada dasarnya, setiap kegiatan tidak penting yang melibatkan kontak dekat dengan orang lain sebaiknya dihindari.
Berita Terkait
-
Stadion Pakansari Jadi Lokasi Rapid Test Virus Corona Warga Bogor dan Depok
-
ODP dan PDP Covid-19 Tak Perlu Buat SIM Baru Jika Masih Jalani Karantina
-
Imbas Virus Corona, Gaji Skuat Barcelona Siap Disunat
-
DIY Tambah 21 RS Rujukan COVID-19, Ini Daftarnya
-
Dampak Corona, Bos Volkswagen Sebut Penutupan Pabrik Akan Lebih Lama
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%
-
Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon
-
9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar
-
Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu
-
Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo
-
Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh
-
Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot
-
AI Makin Haus Data, XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Perkuat Jaringan
-
6 HP Murah Chipset Snapdragon, Harga Mulai Rp1 Jutaan per September 2026
-
Polisi Tangkap Pria di Blora Terkait Hilangnya Mozza, Pengakuan Pelaku Bikin Merinding!